Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Matahari Lepaskan 2 Flare X Raksasa, Radio Bumi Terganggu

Matahari Lepaskan 2 Flare X Raksasa, Radio Bumi Terganggu


Adi Fida Rahman - detikInet

Ledakan Flare X Matahari
Matahari Lepaskan 2 Flare X Raksasa, Radio Bumi Terganggu Foto: NOAA GOES-19
Jakarta -

Matahari kembali menunjukkan aktivitas dahsyatnya. Dalam waktu kurang dari tujuh jam, bintang pusat Tata Surya itu melepaskan dua flare kelas X yang tergolong kuat dan memicu gangguan sinyal radio di Bumi.

Dua ledakan tersebut berasal dari wilayah sunspot aktif AR4419 yang berada di dekat tepi barat laut Matahari. Menurut NOAA Space Weather Prediction Center, salah satu flare yang terdeteksi adalah flare X2.5 yang mencapai puncaknya pada 24 April 2026 pukul 08.13 UTC dan dikategorikan sebagai R3 atau radio blackout kuat.

EarthSky mencatat, flare X2.5 tersebut berasal dari AR4419 dan memicu radio blackout R3. Sebelumnya, wilayah yang sama juga menghasilkan flare X2.4 pada 24 April 2026 pukul 01.07 UTC, yang turut menyebabkan gangguan radio kuat di sisi Bumi yang sedang disinari Matahari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Matahari Lepaskan 2 Flare X

Flare pertama yang terdeteksi berkekuatan X2.4. Beberapa jam kemudian, Matahari kembali melepaskan flare yang lebih kuat, yakni X2.5. Keduanya berasal dari wilayah aktif AR4419 yang saat itu berada dekat horizon barat laut Matahari.

Dalam klasifikasi flare Matahari, kelas X merupakan kategori paling kuat. Angka di belakang huruf X menunjukkan tingkat intensitasnya. Artinya, flare X2.5 memiliki kekuatan 2,5 kali dari flare X1.0.

Ledakan ini terjadi setelah aktivitas Matahari meningkat dalam beberapa hari sebelumnya. AR4419 juga dilaporkan menghasilkan beberapa flare kelas M, sebelum akhirnya melepaskan dua flare kelas X dalam rentang waktu berdekatan.

Dampak langsung dari flare tersebut adalah gangguan pada komunikasi radio frekuensi tinggi atau HF radio. Jenis komunikasi ini masih banyak digunakan dalam penerbangan, pelayaran, layanan darurat, hingga komunikasi jarak jauh.

NOAA mengategorikan peristiwa ini sebagai R3 atau strong radio blackout. Pada level ini, komunikasi HF di wilayah siang hari bisa mengalami gangguan signifikan, termasuk sinyal melemah atau hilang sementara.

Ledakan Flare X MatahariLedakan kedua Flare X Matahari Foto: NOAA GOES-19



Kenapa Bisa Ganggu Radio Bumi?

Solar flare adalah ledakan energi besar di atmosfer Matahari. Saat flare terjadi, radiasi elektromagnetik, termasuk sinar-X dan ultraviolet, melesat ke Bumi dengan kecepatan cahaya.

Radiasi tersebut hanya membutuhkan waktu sekitar delapan menit untuk mencapai Bumi. Ketika tiba, radiasi ini mengionisasi lapisan atas atmosfer yang disebut ionosfer.

Dalam kondisi normal, ionosfer membantu memantulkan gelombang radio frekuensi tinggi sehingga sinyal bisa menempuh jarak jauh. Namun saat flare kuat terjadi, lapisan bawah ionosfer menjadi terlalu terionisasi.

Akibatnya, gelombang radio lebih banyak kehilangan energi saat melintasi lapisan tersebut. Sinyal bisa melemah, terdistorsi, atau bahkan hilang sementara. Fenomena inilah yang dikenal sebagai radio blackout.

Selain radio blackout, flare besar juga kerap dikaitkan dengan coronal mass ejection atau CME, yaitu lontaran plasma dan medan magnet dari Matahari. Karena AR4419 berada di dekat tepi Matahari, lontaran materialnya diperkirakan tidak mengarah langsung ke Bumi.

Meski begitu, pemantauan tetap dilakukan karena sebagian material Matahari masih berpotensi menyapu Bumi secara tidak langsung atau glancing blow. Jika terjadi, dampaknya bisa memicu badai geomagnetik ringan hingga sedang dan meningkatkan peluang munculnya aurora di wilayah lintang tinggi.

Aktivitas Matahari yang meningkat ini terjadi seiring periode puncak Siklus Matahari 25. Pada fase seperti ini, jumlah sunspot, flare, dan letusan Matahari biasanya meningkat.

Bagi masyarakat umum, dampaknya mungkin tidak langsung terasa. Namun bagi sistem teknologi modern, cuaca antariksa seperti ini tetap penting dipantau karena dapat memengaruhi komunikasi radio, satelit, navigasi, hingga jaringan listrik di wilayah tertentu.

(afr/afr)









Hide Ads
LIVE