Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Sepasang Lubang Hitam akan Tabrakan, Dampaknya Dahsyat

Sepasang Lubang Hitam akan Tabrakan, Dampaknya Dahsyat


Fino Yurio Kristo - detikInet

Ilustrasi lubang hitam (black hole)
Foto: dok. European Space Agency (ESA).
Jakarta -

Para astronom mungkin telah menemukan sepasang lubang hitam yang sedang berputar menuju tabrakan luar biasa, di mana dampaknya berpotensi terasa pada abad mendatang di Bumi.

Berbekal pengamatan teleskop radio selama beberapa dekade, astronom meneliti sebuah objek sangat terang yang sebelumnya dikira sebagai blazar atau inti galaksi yang bersinar terang dan biasanya ditenagai oleh lubang hitam, yang berjarak sekitar 500 juta tahun cahaya dari Tata Surya kita.

Pengamatan tersebut mengungkap pancaran energi tersembunyi yang mengisyaratkan bahwa objek yang sangat terang itu sebenarnya adalah dua buah lubang hitam yang berada di ambang tabrakan, mungkin dalam waktu kurang dari 100 tahun lagi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami memperkirakan satu lubang hitam (hasil penggabungan) akan tersisa," ujar penulis studi Silke Britzen, astronom di Institut Max-Planck. Temuan ini diterbitkan dalam jurnal Monthly Notices of the Royal Astronomical Society.

Blazar adalah salah satu objek paling terang di semesta. Mereka diklasifikasikan sebagai inti galaksi aktif, objek yang aktif melahap materi di pusat galaksi, biasanya ditenagai oleh lubang hitam supermasif dan umumnya menembakkan pancaran radiasi berenergi tinggi ke arah Bumi.

ADVERTISEMENT

Biasanya seperti dikutip detikINET dari Live Science, lubang hitam sentral menjadi sumber pancaran ini, tetapi dalam kasus blazar di galaksi Markarian 501, ada sesuatu yang janggal.

Terungkap bahwa alih-alih hanya memiliki satu jet besar, terdapat pula jet kedua yang melingkar berlawanan arah jarum jam di sekitar pusat blazar. Tim meyakini bahwa masing-masing pancaran ini ditenagai oleh sebuah lubang hitam supermasif, yang masing-masing memiliki berat antara 100 juta hingga satu miliar kali massa matahari.

Para peneliti menduga ketika kedua lubang hitam yang bernasib nahas ini akhirnya bertabrakan, mereka akan melepaskan gelombang gravitasi yang bisa jadi lebih kuat dibandingkan dengan gelombang dari penggabungan lubang hitam yang pernah diteliti sebelumnya. Jika demikian halnya, detektor gelombang gravitasi di Bumi akan menangkap sinyal tersebut.




(fyk/fyk)







Hide Ads