Aplikasi Waze dipakai banyak orang di dunia untuk membantu navigasi. Namun makin banyak yang curiga tujuan aplikasi ini, karena faktor Israel di baliknya.
Dilansir dari Yahoo!Tech, Rabu (22/7/2026) banyak pengguna Waze mulai bersuara di media sosial dan mempermasalahkan temuan mencurigakan yang mungkin luput dari perhatian sebagian besar pengguna Waze. Klausul penggunaan Waze menyebutkan aneka masalah hukum akan merujuk kepada aturan hukum Israel dan pengadilan di Tel Aviv.
Ya, itu fakta dan tercantum di halaman bantuan Waze, bagian Governing Law and Jurisdiction. Banyak pengguna Waze yang baru menyadarinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengupas sejarah Waze, akan membantu orang mengingat kaitan aplikasi negara ini dengan Israel. Pada tahun 2006, lahirlah aplikasi bernama FreeMap Israel buatan Uri Levine, Ehud Shabtai dan Amir Shinar yang sebelumnya aktif dalam militer Israel. CNN menyebutkan mereka adalah para mantan insinyur Unit 8200 dalam militer Israel.
Dilansir Yahoo!News, pada 2009 aplikasi ini ganti nama menjadi Waze. Google membelinya tahun 2013 seharga USD 1 miliar. Waze digunakan banyak orang sampai sekarang.
Suara kecurigaan pengguna Waze banyak muncul sejak awal Juli 2026. Mereka mempertanyakan apakah pemerintah Israel membobol privasi pengguna Waze? Mereka pun jadi curiga apakah Waze memata-matai penggunanya sendiri.
Terkait dengan hal ini, jubir Google memberikan klarifikasi kepada Snopes, selaku kontributor Yahoo!Tech. Google membantah kecurigaan dan tuduhan tersebut.
"Kami beroperasi dengan aturan ketat dan melindungi data pengguna. Sudah menjadi standard bahwa masalah hukum selalu ditangani pengadilan di negara tempat kantor pusat developer app," kata Google.
Ini bukan kejadian pertama mengenai publik mencurigai aplikasi Waze. Pada 2025, Waze pernah dicurigai membiayai pelantikan Presiden AS Donald Trump. Meskipun dalam pilpres AS ada aturan boleh menerima dana sponsor kampanye dari swasta, sebuah perusahaan Israel mendanai capres negara Amerika dinilai publik adalah tidak patut
Pada 2016, ada juga kejadian yang diberitakan BBC bahwa para tentara Israel memakai Waze untuk menggeruduk kamp pengungsi Palestina. Terhadap kejadian itu, pihak Waze berkilah para tentara tersebut tidak memakai fitur keamanan untuk menghindari area berbahaya.

