×
Ad

Gofar Bahas Gletser Cair Bikin Spesies 'Mati Suri' Hidup, Apa Kata Peneliti?

Aisyah Kamaliah - detikInet
Selasa, 01 Sep 2026 15:54 WIB
Satelit China Jepret Lokasi Runtuhnya Gletser Nepal. Foto: via SCMP
Jakarta -

Gofar Hilman membahas soal potensi kembalinya spesies yang tertimbun lama di es akibat mencairnya gletser secara masif saat banjir Nepal. Ini dia sampaikan melalui cuitan sederhana di Threads dengan akunnya @pergijauh.

"Banjir Nepal akibat gletser yang mencair dengan masif. Yang berarti akan banyak 'kembalinya' spesies yang tertimbun lama di es, termasuk jamur endoparasitoid jenis baru. Gitu. Bentar gue mandi dulu," ujarnya.

Postingan ini langsung mendapatkan 13.000 likes dan 622 komentar saat berita ini ditulis, Selasa (1/9/2026).

Tak cuma netizen yang penasaran, kami pun ikut bertanya-tanya. Oleh karena itu, detikINET pun menghubungi Profesor Rosichon Ubaidillah MPhil, PhD ilmuwan biologi sekaligus peneliti utama dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Ketika ditanya soal kemungkinan mencairnya gletser secara masif dapat menghidupkan lagi spesies zaman dulu, dia mengiyakan.

"Tentu, banyak spesies lama yang tertimbun ratusan/jutaan tahun yang terawetkan akan muncul kembali dan bisa hidup. Hasil beberapa penelitian meyakini hal itu. Terutama mikroba purba akan spillover," terangnya kepada kami melalui pesan singkat.

Sebenarnya ada banyak studi yang membahas, namun Prof Rosichon menyebut salah satunya. Hasil penelitian pemodelan yang dilakukan oleh Strona, dkk (2023) yang berjudul 'Time-travelling pathogens and their risk to ecological communities' meyakini bangkitnya patogen zaman purba (disebut zombie-viruses) dapat hidup dengan ekosistem modern. Ini dapat memicu risiko biosekuriti atau lompatan inang (spillover).

"Misalnya beberapa peneliti berhasil menghidupkan kembali cacing gelang purba berusia 46.000 tahun (Panagrolaimus kolymaensis) dari lapisan es abadi Siberia dengan merehidrasi sampel yang diambil 40 meter di bawah permukaan," ujarnya.

Mengenai mencairnya gletser secara besar-besar, satu hal pasti diyakini oleh Prof Rosichon. Perubahan dasar akan terjadi karenanya.

"Yang pasti ada perubahan mendasar unit-unit kehati (keragaman hayati) dari pembentukan ekosistem baru dengan jejaring baru dan komunitas keragaman spesies baru, yang tentu berbeda dengan ekosistem sebelumnya," tandasnya.



Simak Video "Video: Gelombang Panas Ekstrem Landa Eropa, Rekor Suhu Terpanas Pecah"

(ask/ask)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork