Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Penjelasan Profesor Biologi soal Hewan Pengisap Darah yang Viral

Penjelasan Profesor Biologi soal Hewan Pengisap Darah yang Viral


Aisyah Kamaliah - detikInet

Rhipicephalus sp
Foto: Wikipedia
Jakarta -

Viral di Threads, warganet +62 yang khawatir dengan makhluk asing yang mengisap darahnya. Setelah melihat foto makhluk tersebut, profesor di bidang biologi punya jawaban siapakah hewan itu.

Awalnya ada akun yang penasaran soal hewan seperti 'serangga' yang melekat pada kaki, leher dan di rambut. Dia juga bingung karena hewan berkaki banyak itu tidak kunjung mati meski sudah diinjak-injak.

Oleh karena itu, detikINET langsung menghubungi ilmuwan biologi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Profesor Rosichon Ubaidillah MPhil, PhD. Dia menjelaskan bahwa makhluk itu bukanlah serangga melainkan tick atau caplak, famili Ixodidae.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kemungkinan itu dari genus Rhipicephalus sp, bisa mengisap darah anjing, babi dan bisa manusia," terangnya melalui pesan singkat, Jumat (22/5/2026).

Caplak ini jelas berbahaya. Menurut Prof Rosichon, caplak ini adalah vektor penyakit menular yang dapat mentransfer mikroba patogen. Dia bisa menularkan bakteri Rickettsia rickettsii (penyebab Demam Berbintik Rocky Mountain) dan Rickettsia conorii (penyebab Demam Berbintik Mediterania atau sering disebut juga demam boutonneuse).

ADVERTISEMENT

Dampak dari digigit hewan ini bisa beragam. Ada kemungkinan timbul demam, sakit kepala parah, nyeri otot, serta munculnya ruam merah khas berupa bintik-bintik kecil yang dimulai dari pergelangan tangan/kaki lalu menyebar ke seluruh tubuh.

Ketika ditanya apakah caplak ini sama lone star tick, Prof Rosichon menyebutnya agak berbeda, namun masih satu famili.

"Lone star tick kulitnya lebih keras. Dia menimbulkan Alpha-gal Syndrome atau pemicu kondisi alergi daging merah," tegasnya.




(ask/ask)




Hide Ads