Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Viral Makhluk Misterius Hisap Darah Dikaitkan Bill Gates

Viral Makhluk Misterius Hisap Darah Dikaitkan Bill Gates


Tim - detikInet

Tick - parasitic arachnid blood-sucking carrier of various diseases on a human skin
Ilustrasi kutu. Foto: Thinkstock
Jakarta -

Netizen +62 keheranan ketika menemukan seekor hewan yang konon tidak mati meski sudah ia diinjak-injak. Hewan ini mendadak dikaitkan dengan miliarder bidang teknologi yang tak disebutkan namanya, namun kita semua dapat menebak maksudnya, Bill Gates, kan?

Sebuah akun menulis bahwa dia baru saja pulang naik gunung dan langsung mandi. Namun pada saat memakai lotion, ada serangga yang lengket di beberapa bagian tubuhnya.

"kelihatannya hisap darah aku. Ku injak-injak pites juga ga mati-mati, takut banget," tulis sebuah akun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Salah satu warganet mengaitkan hewan tersebut dengan sebuah isu, yaitu mengenai serangga ini dimodifikasi genetiknya dan sengaja disebar oleh salah satu filantropi dan teknokrat yang terkenal agar orang-orang alergi daging, sehingga daging artifisial atau lab-grown meat dia jadi laku. Besar kemungkinan yang dimaksud di sini adalah Bill Gates.

Melansir The Independent, Jumat (22/5/2026), konspirasi terkait kutu yang melibatkan pendiri Microsoft, Bill Gates, sebenarnya telah dibantah tiga tahun lalu.

Awalnya, pengguna media sosial mengklaim bahwa filantropis itu membiakkan dan melepaskan kutu dengan sindrom alpha-gal, yang menyebabkan reaksi alergi yang mengancam jiwa terhadap daging merah.

Teori kutu tersebut menuduh bahwa Gates ingin mengalihkan konsumen ke produk daging nabati yang telah ia investasikan. Akan tetapi, orang-orang yang membagikan 'informasi' ini tidak memberikan bukti apa pun untuk klaim tersebut.

Sindrom tersebut juga dikaitkan dengan kutu Lone Star, yang sama sekali berbeda dari kutu dalam program penelitian Inggris untuk memodifikasi genetika kutu sapi yang sebagian didanai oleh Gates, menurut pemeriksaan fakta tahun 2023 oleh Associated Press, setelah teori konspirasi yang sama muncul sebelumnya.

Kendati demikian, itu bukan satu-satunya konspirasi tentang kutu yang telah diangkat oleh pengguna media sosial sejak tahun 2023.

Pembuat vaksin Covid, Pfizer, juga disalahkan. Klaim beberapa pengguna menuduh Pfizer menanam kutu untuk meningkatkan permintaan produk mereka yang akan datang.

"Tahukah kalian bahwa Pfizer mulai mengerjakan vaksin kutu pada tahun 2021 dan akan dirilis pada tahun 2027? Waktu yang sangat tepat, ya?" tulis seorang netizen.

Pfizer sebenarnya mengumumkan rencana tersebut pada tahun 2020 dan mengatakan bahwa mereka berencana untuk mengajukan permohonan kepada otoritas regulasi setelah mengumumkan bahwa vaksin tersebut lebih dari 70% efektif dalam mencegah penyakit Lyme pada Maret lalu.

"Tidak ada bukti untuk mendukung klaim ini," kata Public Health Communications Collaborative yang dibentuk sebagai organisasi nirlaba. Kolaborasi ini dibentuk di tengah pandemi Covid-19.

"Postingan lain secara keliru mengklaim bahwa vaksin tersebut, yang menargetkan protein dalam bakteri penyebab penyakit Lyme, berbasis mRNA dan mengulangi mitos tentang keamanan vaksin mRNA," imbuh mereka.

Baik Gates Foundation maupun Pfizer tidak segera menanggapi permintaan komentar dari The Independent mengenai masalah ini.




(ask/ask)




Hide Ads