Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Dituduh Antek Militer China, Raksasa Chip CXMT Gugat Pentagon

Dituduh Antek Militer China, Raksasa Chip CXMT Gugat Pentagon


Anggoro Suryo Jati - detikInet

FILE PHOTO: CXMT logo and computer motherboard are seen in this illustration taken April 14, 2026. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo
Foto: REUTERS/Dado Ruvic
Jakarta -

Produsen semikonduktor asal China, ChangXin Memory Technologies (CXMT), mengambil langkah hukum yang agresif dengan menggugat Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon). Langkah ini diambil dalam upaya putus asa perusahaan untuk menghapus status mereka dari daftar hitam entitas militer China, sekaligus membuka jalan agar bisa kembali berjualan di pasar AS.

Pentagon sebelumnya menetapkan CXMT sebagai perusahaan yang berafiliasi langsung dengan operasi militer Partai Komunis China. Klasifikasi ini pertama kali dijatuhkan pada Januari 2025 dan kembali diperpanjang pada pembaruan daftar pengawasan Juni 2026.

Pihak CXMT menolak keras label tersebut dan menyebutnya sama sekali tidak berdasar. Kepada Reuters, perusahaan yang bermarkas di Hefei, Anhui ini menegaskan bahwa seluruh lini produk memori mereka murni dirancang untuk aplikasi komersial dan sipil dengan mematuhi standar memori JEDEC.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akibat daftar hitam ini, CXMT mengaku telah menderita kerugian komersial dan reputasi yang sangat masif.

ADVERTISEMENT

Sikap Plin-plan Otoritas AS

Dalam dokumen gugatannya, CXMT mengklaim telah bersikap sangat kooperatif dengan Pentagon selama lebih dari setahun. Bahkan, awal tahun ini Departemen Pertahanan AS sebenarnya sudah mengonfirmasi akan menghapus nama CXMT dari daftar militer.

Namun secara sepihak, otoritas AS tiba-tiba menarik kembali keputusan tersebut sesaat setelah pemberitahuan diterbitkan.

Cuan Meroket di Tengah Skandal Pencurian Teknologi

Meski dijegal di Amerika, bisnis CXMT justru sedang berada di atas angin. Berkat tingginya permintaan untuk kebutuhan pusat data kecerdasan buatan (AI) global dan mahalnya harga merek memori tradisional, pendapatan CXMT sukses meroket tajam hingga 874% pada paruh pertama tahun ini.

Chip buatan mereka kini menjadi alternatif murah yang banyak diadopsi oleh pabrikan pihak ketiga untuk dirakit menjadi modul DRAM.

Namun, di balik kesuksesan finansial tersebut, CXMT juga tidak lepas dari bayang-bayang kontroversi. Sejumlah sumber industri Korea Selatan menuding perusahaan China tersebut berhasil memangkas waktu riset dan pengembangan (R&D) hingga bertahun-tahun dengan cara mengeksploitasi kekayaan intelektual (IP) milik Samsung yang bocor, dikutip detikINET dari Techspot, Selasa (1/9/2026).



(asj/asj)




Hide Ads