Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Gurita Besar Mirip Kraken Diduga Pernah Kuasai Lautan dalam di Zaman Purba

Gurita Besar Mirip Kraken Diduga Pernah Kuasai Lautan dalam di Zaman Purba


Panji Saputro - detikInet

Ilustrasi gurita.
Ilustrasi gurita. Foto: Getty Images/500px/michaelkuehneisen / 500px
Jakarta -

Jutaan tahun lalu, gurita raksasa mirip kraken diduga pernah menguasai lautan dalam. Hal ini berdasarkan temuan sebuah fosil rahang yang memiliki panjang hingga 19 meter.

Menurus sebuah jurnal yang dibuat oleh Science pada 23 April 2026, dengan ukuran segitu, menjadikannya cephalopods atau kelas hewan invertebrata (tanpa tulang belakang) terbesar yang pernah ada, dilansir Science News, Selasa (26/5/2026).

Namun sebenarnya sulit untuk mempelajari fosil gurita, karena sebagian besar tubuh lunaknya sering kali membusuk menjadi fosil, kata seorang paleontolog di Universitas Hokkaido di Sapporo, Jepang, Yasuhinro Iba. Menurutnya, hanya sedikit bagian keras tubuhnya, seperti rahang berbentuk paruh, yang tersisa menjadi fosil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Untuk fosil rahang gurita yang ditemukan ini berasal dari Jepang dan Pulau Vancouver, Kanada. Disebutkan kalau rahang-rahang ini berasal dari Periode Kapur Akhir, sekitar 72 juta hingga 100 juta tahun lalu, era dinosaurus menguasai daratan.

Iba dan rekan-rekannya meneliti 15 fosil rahang cephalopods. Mereka mengukurnya secara cermat, lalu membandingkannya dengan rahang dari spesies gurita dan cumi-cumi yang telah punah maupun masih hidup.

Mereka juga menggunakan teknik khusus untuk menemukan dan mendokumentasikan 12 fosil rahang lainnya, yang tertanam dalam batuan di Jepang. Batuan tersebut digiling lapis demi lapis dan difoto pada setiap langkahnya.

Dengan bantuan kecerdasan buatan (Ai), tim tersebut menciptakan model digital terperinci dari fosil yang terlalu rapuh untuk ditambang menggunakan metode tradisional. Meskipun 27 cephalopods ini awalnya dianggap berasal dari lima spesies punah yang berbeda, para peneliti mengklasifikasikannya kembali menjadi hanya dua spesies, yaitu Nanaimoteuthis jeletzkyi dan N. haggarti.

Berdasarkan perbandingan dengan rahang cephalopods lainnya, makhluk-makhluk tersebut tampaknya merupakan gurita bersirip purba. Gurita bersirip saat ini, seperti dumbo, adalah hewan laut dalam dengan selaput di antara lengannya, serta sirip mengepak di ujung tubuhnya yang lain.

Namun, kerabat purba mereka jelas jauh lebih besar. Rahang bawah terbesar milik N. haggarti dapat menampung buah seukuran jeruk bali dan sekitar 50% lebih besar daripada rahang cumi-cumi raksasa modern dengan panjang 12 meter, salah satu sefalopoda terbesar yang hidup saat ini.

Iba dan rekan-rekannya memperkirakan bahwa jika termasuk payung lengan N. haggarti yang mengembang, panjangnya bisa mencapai antara sekitar 7-19 meter.

"Hewan itu mungkin termasuk di antara invertebrata terbesar dalam sejarah Bumi," kata Iba.

N. haggarti mungkin menyaingi atau bahkan melampaui ukuran predator laut terbesar di samudra pada saat itu, termasuk reptil raksasa seperti mosasaurus dan plesiosaurus berleher panjang.

Penemuan ini mungkin berarti bahwa ekosistem laut purba lebih kompleks, dan memiliki lebih banyak jenis predator daripada yang diperkirakan sebelumnya.

"Selama ini, puncak rantai makanan laut dianggap didominasi oleh vertebrata besar. Studi kami menunjukkan bahwa invertebrata raksasa-gurita-juga menduduki peran itu pada periode Cretaceous," pungkas Iba.




(hps/fay)






Hide Ads