Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Orang Ini 2 Kali Selamat dari Bom Atom, Panjang Umur Sampai 90 Tahun

Orang Ini 2 Kali Selamat dari Bom Atom, Panjang Umur Sampai 90 Tahun


Aisyah Kamaliah - detikInet

Kisah Tsutomu Yamaguchi Selamat dari Bom Atom Hiroshima dan Nagasaki
Kisah Tsutomu Yamaguchi selamat dari bom atom Hiroshima dan Nagasaki. Foto: DW (News)
Jakarta -

Bom atom pertama dijatuhkan di Hiroshima, Jepang, pada 6 Agustus 1945. Lebih dari 140.000 nyawa melayang karena ledakan dahsyat tersebut. Selang tiga hari, bom kedua meledak di Nagasaki, merenggut 60.000 hingga 80.000 lagi nyawa.

Mendengar kisahnya saja sudah bikin merinding, bagaimana dengan menjadi orang yang menyaksikan kedua kejadian tersebut secara langsung? Tsutomu Yamaguchi adalah orang tersebut.

Ketika Enola Gay, sebuah pesawat pembom B-29 Amerika, bersiap menjatuhkan bom atom di Hiroshima, Tsutomu (yang saat itu berusia 29 tahun) sedang menyelesaikan perjalanan bisnis panjangnya di kota itu. Rupanya, ia sedang menuju kembali ke kantor untuk mengambil stempel identitasnya yang secara tidak sengaja ia lupakan. Saat ia berjalan di sepanjang jalan, ia melihat sebuah pesawat di langit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Melansir IFLScience, Rabu (29/4/2026) Enola Gay membawa bom atom yang dibuat oleh Proyek Manhattan. Dinamakan 'Little Boy', bom tersebut berisi 64 kilogram uranium yang diperkaya dan dapat menghasilkan daya ledak setara dengan sekitar 15 ribu ton TNT (15 kiloton).

Ketika bom meledak sekitar 579 meter di atas kota, ledakan dan radiasi termal menyebabkan kehancuran di seluruh Hiroshima. Perkiraan oleh Radiation Effects Research Foundation (RERF) menyimpulkan bahwa antara 90.000 dan 166.000 orang telah meninggal pada akhir tahun itu.

Beruntung, Tsutomu selamat. Setelah ledakan itu, Tsutomu yang kebingungan memutuskan menghabiskan malam di tempat perlindungan serangan udara sebelum melanjutkan perjalanan pulang.

Perjalanan kereta api ke Nagasaki sangat panjang. Meskipun terluka, ia berhasil tiba kembali untuk menemui istri dan putra kecilnya pada tanggal 8 Agustus 1945.

Bom kedua yang dijatuhkan di Kota Nagasaki sedikit berbeda dari Little Boy. Fat Man, dinamai demikian karena bentuknya yang lebih besar, mengandung plutonium-239. Saat diledakkan, bom ini menghasilkan daya ledak sekitar 20-21 kiloton TNT.

Seperti Little Boy sebelumnya, Fat Man melepaskan kekuatan dahsyatnya di atas kota, ledakannya menghancurkan sebagian besar Lembah Urakami di sekitarnya. Sekitar 35.000 hingga 40.000 orang tewas akibat ledakan awal ini, dengan puluhan ribu lainnya meninggal karena luka bakar, cedera, dan paparan radiasi pada hari-hari, minggu-minggu, bahkan tahun-tahun berikutnya.

Penyintas ganda bom atom di Jepang

Pada Maret 2009, lebih dari 60 tahun setelah peristiwa yang mengakhiri Perang Dunia II, Tsutomu secara resmi diakui sebagai nijΕ« hibakusha (penyintas ganda) bom atom yang dijatuhkan di negaranya. Walaupun mungkin saja ada penyintas ganda lainnya seperti dia, tidak ada orang lain yang pernah muncul untuk mengklaim hal tersebut. Dengan demikian, Tsutomu dikenal sebagai satu-satunya orang yang secara resmi memegang status ini.

Tsutomu diakui sebagai satu-satunya orang yang hadir di titik pusat ledakan ketika kedua bom tersebut meledak.

Setelah peristiwa Agustus itu, Tsutomu bekerja untuk otoritas pendudukan AS dan kemudian sebagai guru. Ia akhirnya kembali ke perusahaan tempatnya bekerja di masa perang, Mitsubishi Heavy Industries.

Secara keras, dia menjadi pendukung penghapusan senjata nuklir. Pada usia 90 tahun, ia memohon penghapusan senjata-senjata ini di PBB.

"Paparan radiasi ganda yang saya alami sekarang menjadi catatan resmi pemerintah. Ini dapat menceritakan kepada generasi muda sejarah mengerikan pemboman atom bahkan setelah saya meninggal," ujarnya dalam wawancara pada 2009.

Tsutomu Yamaguchi meninggal dunia pada 4 Januari 2010 pada usia 93 tahun karena kanker perut.




(ask/fay)







Hide Ads