Universitas Shanghai Jiao Tong di China baru-baru ini mengumumkan pembangunan sebuah proyek infrastruktur besar, yaitu platform penelitian setengah tenggelam terbesar.
Pulau buatan untuk riset ini dinamakan Fasilitas Penelitian Terapung Residen Segala Cuaca Laut Dalam (Deep-Sea All-Weather Resident Floating Research Facility). Dirancang setinggi 30 lantai dengan gaya anjungan minyak lepas pantai, platform ini akan lebih menyerupai "pulau terapung di laut lepas" daripada kapal penelitian tradisional.
Kapal ini rencananya akan dilengkapi dengan enam fasilitas penelitian utama, termasuk laboratorium bencana laut, serta instalasi untuk mempelajari meteorologi laut dan peralatan laut kelas berat. Ruang akomodasinya dirancang untuk menampung 238 staf, termasuk para peneliti yang akan dapat melakukan eksperimen pada kedalaman maksimum 10.000 meter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembangunan kapal penelitian terapung ini ditargetkan selesai pada tahun 2030. Saat dioperasikan, fasilitas raksasa ini akan memiliki area dek seluas dua lapangan sepak bola, dengan kolam akses bawah air yang cukup besar untuk memuat paus biru dewasa.
China saat ini telah memiliki armada kapal penelitian sipil terbesar di dunia. "Negara ini memiliki berbagai jenis fasilitas penelitian laut, seperti kolam uji laut dalam, kapal penelitian, dan kapal selam laut dalam," kata Xiao Longfei, kepala insinyur proyek tersebut, kepada CCTV yang dikutip detikINET.
"Namun, masih ada kekurangan fasilitas penelitian yang mampu berlayar dengan cepat sekaligus beroperasi untuk jangka waktu yang lama di satu area misi. Dengan mengintegrasikan karakteristik platform semi-submersible dan kapal penelitian yang digunakan di sektor minyak dan gas laut, sebuah konsep platform penelitian semi-submersible yang sama sekali baru telah terbentuk," imbuh dia.
Simak juga Video 'China soal AS Blokade Selat Hormuz: Hanya Memperburuk Konfrontasi!':