Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Ternyata Ini Arti Sebutan Bulan Purnama, Pink Moon sampai Wolf Moon

Ternyata Ini Arti Sebutan Bulan Purnama, Pink Moon sampai Wolf Moon


Rachmatunnisa - detikInet

Fenomena bulan purnama merah jambu atau pink moon menghiasi langit Indonesia hingga Jerman. Pemandangannya sungguh mempesona mata. Ini fotonya
Foto: Sebastian Gollnow/dpa via AP
Jakarta -

Bulan purnama bukan sekadar fenomena astronomi, tetapi juga menyimpan sejarah panjang hubungan manusia dengan alam. Masyarakat Barat, terutama suku asli Amerika, sejak ribuan tahun lalu memberi nama berbeda pada setiap purnama sepanjang tahun.

Mengutip laporan Mental Floss, nama-nama ini digunakan sebagai penanda waktu sebelum adanya kalender modern, sekaligus mencerminkan perubahan musim, perilaku hewan, hingga siklus pertanian.

Banyak nama purnama berasal dari waktu panen atau fenomena alam. Berikut penjelasan lengkap nama-nama purnama dari Januari hingga Desember.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Januari - Wolf Moon

Bulan purnama di awal tahun disebut Wolf Moon. Nama ini berasal dari kebiasaan serigala yang melolong lebih sering pada musim dingin. Pada periode ini, makanan menjadi langka sehingga serigala lebih aktif mencari mangsa. Suara lolongan mereka yang terdengar di malam hari membuat masyarakat mengaitkannya dengan purnama Januari.

Februari - Snow Moon

Februari dikenal dengan Snow Moon, karena wilayah Amerika Utara biasanya mengalami salju paling tebal pada bulan ini. Selain itu, bulan ini juga kadang disebut Hunger Moon karena kondisi musim dingin membuat makanan semakin sulit didapat.

ADVERTISEMENT

Maret - Worm Moon

Memasuki Maret, musim dingin mulai berakhir. Tanah yang mencair membuat cacing tanah kembali muncul ke permukaan. Karena itulah purnama ini disebut Worm Moon, sekaligus menandai dimulainya musim semi dan kembalinya aktivitas alam.

April - Pink Moon

Nama Pink Moon sering disalahartikan sebagai Bulan berwarna merah muda. Sebenarnya, nama ini berasal dari bunga liar phlox berwarna pink yang mulai bermekaran di musim semi. Selain itu, purnama April juga dikenal dengan nama lain seperti Egg Moon dan Fish Moon, yang berkaitan dengan musim berkembang biaknya hewan.

Mei - Flower Moon

Bulan purnama Mei disebut Flower Moon karena merupakan puncak musim bunga bermekaran. Hampir semua tanaman mulai tumbuh subur pada periode ini, sehingga nama tersebut menjadi simbol kehidupan dan kesuburan.

Juni - Strawberry Moon

Nama Strawberry Moon berasal dari musim panen stroberi di Amerika Utara. Meskipun terdengar manis, nama ini bukan berarti Bulan berwarna merah, melainkan berkaitan dengan aktivitas pertanian pada bulan tersebut.

Juli - Buck Moon

Pada bulan Juli, buck atau rusa jantan mulai menumbuhkan kembali tanduknya setelah rontok. Karena itu, purnama di bulan ini disebut Buck Moon, yang mencerminkan siklus alami hewan liar.

Agustus - Sturgeon Moon

Nama Sturgeon Moon diambil dari ikan sturgeon yang mudah ditangkap pada periode ini, terutama di wilayah Great Lakes. Ini menunjukkan bagaimana masyarakat dulu sangat bergantung pada siklus alam untuk mencari makanan.

September - Harvest Moon

Salah satu yang paling terkenal adalah Harvest Moon, yaitu purnama yang terjadi paling dekat dengan ekuinoks musim gugur. Cahaya bulan yang terang memungkinkan petani bekerja lebih lama di malam hari untuk memanen hasil pertanian.

Oktober - Hunter's Moon

Setelah masa panen, datanglah waktu berburu. Karena itu, bulan Oktober disebut Hunter's Moon. Pada periode ini, hewan liar lebih mudah terlihat di ladang terbuka setelah panen, sehingga menjadi waktu ideal untuk berburu.

November - Beaver Moon

Nama Beaver Moon berasal dari aktivitas berang-berang yang mulai membangun bendungan dan mempersiapkan diri menghadapi musim dingin. Selain itu, bulan ini juga menjadi waktu bagi manusia untuk memasang perangkap sebelum musim dingin tiba.

Desember - Cold Moon

Menutup tahun, purnama Desember disebut Cold Moon karena menandai datangnya suhu paling dingin dalam setahun. Nama ini mencerminkan kondisi alam yang keras di musim dingin.

Nama-nama bulan purnama bukan sekadar tradisi, melainkan bagian dari sistem pengetahuan kuno yang membantu manusia bertahan hidup. Dengan mengamati langit, mereka bisa mengetahui kapan harus menanam, berburu, atau bersiap menghadapi perubahan musim.

Kini, meski kalender modern sudah menggantikan fungsi tersebut, nama-nama seperti Pink Moon atau Harvest Moon tetap digunakan sebagai pengingat bahwa manusia pernah sangat bergantung pada alam dan langit.




(rns/rns)






Hide Ads