Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
NASA Akan Bangun Pangkalan Astronaut Rp 338 Triliun di Bulan

NASA Akan Bangun Pangkalan Astronaut Rp 338 Triliun di Bulan


Virgina Maulita Putri - detikInet

markas NASA di Bulan
NASA berambisi membangun markas astronaut di Bulan (Foto: NASA)
Jakarta -

Administrator NASA Jared Isaacman punya rencana besar untuk masa depan badan antariksa tersebut. Salah satunya adalah pembangunan pangkalan astronaut di Bulan yang akan menelan biaya USD 20 miliar atau sekitar Rp 338 triliun.

NASA berencana membangun markas Bulan dalam tiga fase utama. Fase pertama akan fokus mengembangkan sistem komunikasi dan navigasi, serta membawa robot pendarat dan kendaraan untuk membantu astronaut menjelajahi Bulan.

Fase berikutnya melibatkan operasi astronaut berulang di permukaan Bukan, diikuti dengan mendirikan kehadiran manusia jangka panjang yang memungkinkan pengiriman infrastruktur lebih besar untuk menciptakan markas yang lebih permanen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Isaacman tidak menyebutkan kapan proyek ambisius ini akan selesai dibangun, dan hanya mengatakan investasi untuk proyek ini akan dikucurkan selama beberapa tahun ke depan.

"Kami akan menginvestasikan sekitar USD 20 miliar selama tujuh tahun ke depan dan membangunnya melalui belasan misi," kata Isaacman, seperti dikutip dari The Verge, Kamis (26/3/2026).

ADVERTISEMENT

Untuk membuat permukaan Bulan menjadi tempat yang layak dihuni, NASA harus mengatasi sejumlah tantangan termasuk temperatur ekstrem, radiasi luar angkasa yang berbahaya, gravitasi rendah yang dapat mempengaruhi kepadatan tulang, hingga meteorit mikro yang terus-terusan menghujam Bulan.

Isaacman mengatakan pembangunan markas di astronaut akan memperbesar jarak kompetisi antara Amerika Serikat dan China di luar angkasa. China juga berencana mendaratkan astronaut ke permukaan Bulan pada tahun 2030 dan membangun markas di Bulan.

Untuk mewujudkan proyek pangkalan di Bulan, NASA mengumumkan akan menunda proyek Gateway yang direncanakan untuk mendirikan stasiun luar angkasa yang mengorbit Bulan.

Sebagai gantinya, NASA akan mengalihkan fokus ke infrastruktur yang memungkinkan operasi berkelanjutan di permukaan, dan akan menggunakan kembali beberapa peralatan yang dipakai dalam proyek Gateway.

Selain pangkalan Bulan baru, NASA juga mengumumkan rencana untuk meluncurkan Space Reactor-1 Freedom, pesawat luar angkasa pertama yang menggunakan teknologi nuklir.

Wahana antariksa ini dijadwalkan terbang ke Mars pada akhir tahun 2028. Ketika mencapai Mars, NASA mengatakan pesawat antariksa ini akan membawa muatan dengan helikopter otonom yang mirip seperti Ingenuity.




(vmp/fay)






Hide Ads