Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Kacang Arab Berpotensi Jadi Tanaman Pertama yang Tumbuh di Bulan

Kacang Arab Berpotensi Jadi Tanaman Pertama yang Tumbuh di Bulan


Rachmatunnisa - detikInet

Kacang arab (chickpeas)
Foto: UT News
Jakarta -

Bagaimana jika suatu hari astronaut bisa menanam bahan makanan langsung di Bulan? Penelitian terbaru menunjukkan hal itu mungkin saja terjadi. Ilmuwan menemukan bahwa chickpea atau dalam bahasa Indonesia paling umum disebut sebagai kacang arab, berpotensi tumbuh di tanah yang dirancang menyerupai tanah Bulan.

Studi ini dilakukan oleh peneliti dari University of Texas at Austin bersama tim dari Texas A&M University. Mereka menanam kacang arab di material yang meniru regolith, yaitu debu dan batuan halus yang menutupi permukaan Bulan.

Hasilnya cukup menjanjikan, tanaman tersebut mampu tumbuh di kondisi yang menyerupai lingkungan Bulan. Untuk diketahui, regolith Bulan berbeda jauh dengan tanah di Bumi. Material ini hampir tidak memiliki nutrisi yang dibutuhkan tanaman untuk berkembang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk mengatasi hal itu, para peneliti mencampurkan tanah simulasi Bulan dengan kompos hasil aktivitas cacing serta jamur khusus yang dapat membantu melindungi tanaman dari logam beracun. Kombinasi ini membuat kacang arab mampu tumbuh di lingkungan yang sebelumnya dianggap terlalu keras bagi tanaman.

Penelitian ini menjadi penting karena berbagai badan antariksa, termasuk NASA, berencana mengirim manusia kembali ke Bulan dalam misi jangka panjang. Jika manusia tinggal lebih lama di sana, ketersediaan makanan akan menjadi salah satu tantangan utama.

ADVERTISEMENT
Kacang arab (chickpeas)Foto: UT News

Sara Santos, peneliti dari University of Texas Institute for Geophysics (UTIG) di Jackson School of Geosciences, mengatakan penelitian ini bertujuan memahami kemungkinan pertanian di Bulan.

"Penelitian ini bertujuan memahami apakah tanaman bisa tumbuh di Bulan," kata Santos seperti dikutip dari Science Daily, Selasa (17/3/2026).

Menurutnya, salah satu pertanyaan penting yang ingin dijawab para ilmuwan adalah bagaimana membuat tanah Bulan menjadi cukup subur bagi tanaman. "Bagaimana kita mengubah regolith menjadi tanah? Mekanisme alami apa yang bisa membuat perubahan itu terjadi?," ujarnya.

Para ilmuwan menilai penelitian ini masih tahap awal. Masih diperlukan banyak studi lanjutan untuk memastikan tanaman yang tumbuh di tanah simulasi Bulan aman dikonsumsi dan memiliki kandungan nutrisi yang cukup bagi manusia.

Namun temuan ini membuka kemungkinan baru bahwa suatu hari nanti astronaut dapat menanam sumber makanan sendiri di Bulan, tanpa harus sepenuhnya bergantung pada pasokan dari Bumi. Jika teknologi ini berkembang, pertanian luar angkasa juga bisa menjadi kunci bagi misi manusia jangka panjang ke Bulan, bahkan ke planet lain seperti Mars.




(rns/fay)




Hide Ads