Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Danau yang Menghilang di Tibet Picu Gempa dengan Bangunkan Sesar Bumi

Danau yang Menghilang di Tibet Picu Gempa dengan Bangunkan Sesar Bumi


Rachmatunnisa - detikInet

Danau Nam Co di Tibet. Wilayah ini dulunya merupakan rumah bagi danau-danau yang jauh lebih besar.
Foto: Live Science
Jakarta -

Para peneliti menemukan bahwa hilangnya danau-danau besar di Tibet selatan sejak puluhan ribu tahun lalu kemungkinan 'membangunkan' kembali sesar-sesar kuno di kerak Bumi, sehingga memicu gempa di kawasan itu.

Temuan ini memperkuat bukti hubungan antara perubahan permukaan Bumi akibat perubahan iklim dan aktivitas geologi yang terjadi jauh di bawahnya. Sekitar 115 ribu tahun yang lalu, wilayah Tibet selatan dihuni oleh danau-danau raksasa yang panjangnya mencapai lebih dari 200 kilometer.

Namun kini danau seperti Danau Nam Co hanya tinggal sekitar 75 kilometer panjangnya setelah menyusut drastis karena perubahan iklim. Studi ini dipimpin oleh Chunrui Li, peneliti dari Chinese Academy of Geological Sciences di Beijing. Ia dan timnya menggunakan pemetaan geologi serta pemodelan komputer.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penelitian ini memperkirakan seberapa banyak kerak Bumi di daerah tersebut mengalami rebound (terangkat kembali) setelah beban air dari danau-danau ini hilang. Hilangnya bobot tersebut memungkinkan kerak Bumi perlahan naik kembali, serupa dengan kapal yang mengapung lebih tinggi saat kargonya dibuang.

Analisis mereka menunjukkan bahwa kehilangan air dari Danau Nam Co antara 115 ribu hingga 30 ribu tahun lalu menyebabkan pergerakan sesar hingga sekitar 15 meter. Dan di daerah lain di selatan yang juga mengalami penyusutan danau, sesar bahkan bergerak hingga sekitar 70 meter.

ADVERTISEMENT

"Proses permukaan dapat memberikan pengaruh yang mengejutkan kuat terhadap Bumi padat," kata Matthew Fox, Associate Professor Geologi di University College London, yang tidak terlibat dalam studi ini, dikutip dari Live Science.

Ia menambahkan, untuk memahami evolusi suatu lanskap atau daerah tektonik, kita perlu mempertimbangkan hubungan antara proses di permukaan dan di dalam Bumi.

Namun, seperti ditegaskan oleh Sean Gallen, Associate Professor Geologi di Colorado State University, gempa tidak terjadi setiap kali danau menyusut. "Tektonik selalu menjadi pendorong utama," kata Gallen.

Hilangnya beban air hanya mengubah cara tekanan tektonik yang sudah terakumulasi dilepaskan dari waktu ke waktu. Studi ini membuka wawasan baru bahwa perubahan permukaan yang disebabkan oleh perubahan iklim bukan hanya pergerakan lempeng tektonik, dapat memengaruhi bagaimana energi tektonik dilepaskan melalui gempa.




(rns/rns)




Hide Ads