Ritual di Mesir kuno ternyata tidak hanya soal doa dan dupa. Penelitian mengungkap masyarakat Mesir ribuan tahun lalu diduga menggunakan zat halusinogen, alkohol, hingga cairan tubuh dalam praktik ritual keagamaan dan magis.
Temuan 'narkoba zaman Firaun' ini berasal dari analisis kimia pada sebuah cangkir ritual bergambar Dewa Bes, dewa pelindung yang kerap dikaitkan dengan kesuburan, penyembuhan, dan kelahiran. Cangkir tersebut berasal dari periode Greco-Romawi Mesir dan kini disimpan di Tampa Museum of Art di Amerika Serikat.
Para peneliti menemukan sisa-sisa alkohol fermentasi, tanaman psikoaktif seperti teratai biru, serta zat lain yang memiliki efek memengaruhi kesadaran. Campuran ini diyakini diminum sebagai bagian dari ritual tertentu, bukan sekadar minuman biasa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak ada penelitian sebelumnya yang menemukan apa yang kami temukan dalam studi ini," kata Davide Tanasi, Profesor Arkeologi dan Direktur Institute for Digital Exploration di University of South Florida, dikutip dari New York Post.
"Untuk pertama kalinya, kami bisa mengidentifikasi sidik kimia lengkap dari ramuan cairan ini, termasuk tanaman yang digunakan, yang semuanya memiliki sifat psikotropika dan medis," rincinya.
Foto: Tampa Museum of Art |
Menariknya, temuan ini menguatkan teks-teks kuno yang selama ini dianggap simbolis atau mitologis. Kini, lewat bukti kimia, para ilmuwan bisa memastikan bahwa zat-zat tersebut benar-benar dikonsumsi, bukan sekadar cerita ritual yang dilebih-lebihkan.
Peneliti lain yang terlibat dalam kajian artefak tersebut menyebut praktik ini kemungkinan digunakan untuk ritual kesuburan, penyembuhan, atau pengalaman spiritual, dengan efek halusinogen justru dianggap sebagai jembatan menuju dunia ilahi.
"Riset ini membantu kita memahami bagaimana ritual magis dijalankan di Mesir pada masa Greco-Romawi," ujar Branko van Oppen, kurator seni Yunani dan Romawi yang ikut mempelajari artefak tersebut.
Bagi ilmuwan modern, temuan ini menunjukkan bahwa manusia sejak ribuan tahun lalu sudah bereksperimen dengan zat psikoaktif, jauh sebelum istilah narkoba dikenal. Bedanya, bagi orang Mesir kuno, 'narkoba' tersebut bukan untuk hiburan, melainkan bagian dari ritual sakral dan praktik spiritual.
(rns/rns)
