Kasus scammer internasional di Sukoharjo memakai modus love scam dengan korban warga Amerika Serikat. Kita mesti waspada karena semua orang bisa jadi korban.
Polisi mengungkapkan, mantan artis Fabiola Elizabeth yang jadi tersangka dalam kasus ini, berperan sebagai pacar di saat korban scammer di Amerika ingin video call. Pakar politik siber dan kajian stratejik Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta, Prakoso Aji mengatakan ini adalah bentuk love scam.
Love scam adalah penipuan online dimana pelaku mengajak kenalan secara online dan berpura-pura ingin menjadi pacar korban. Setelah pacaran online dan biasanya jarak jauh, pelaku akan mencari keuntungan finansial dari korban baik transfer uang atau dengan uang kripto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pola yang dilakukan dengan melakukan rekayasa sosial, bahkan love scam. Ini harus disikapi dengan cermat," kata Aji dalam perbincangan dengan detikINET, Jumat (5/6/2026).
Aji mengingatkan bahwa masyarakat harus sadar tentang potensi bahaya penipuan online. Pelaku penipuan di Sukoharjo, Indonesia, bisa menipu korban yang jauh lokasinya di Amerika Serikat. Artinya, masyarakat di dalam negeri juga rentan jadi incaran penipu online dari negara lain.
"Peristiwa maraknya scammer online menjadi alarm bagi masyarakat, bahwa siapapun bisa saja menjadi korban dari scammer," ujarnya.
Aji mengajak masyarakat waspada dan meningkatkan literasi digital agar terhindar dari penipuan online. Aplikasi keamanan yang bisa dipasang di smartphone misalnya untuk pelacakan atau identifikasi nomor telepon, juga bisa membantu melindungi kita dari kejahatan digital.
"Masyarakat juga perlu meningkatkan pemahaman terkait digitalisasi," pungkasnya.
(fay/asj)

