Leandro Paredes menjadi sorotan setelah Argentina kalah 0-1 dari Spanyol pada final Piala Dunia 2026. Gelandang Albiceleste itu terlibat kericuhan dengan Eric García dan Gavi seusai pertandingan hingga mendapat kartu merah.
Insiden terjadi tak lama setelah peluit panjang dibunyikan. Dalam video yang ramai beredar di media sosial, Paredes terlihat bersitegang dan terlibat adu dorong dengan Eric García.
Keributan kemudian melebar ketika Gavi ikut berada di tengah perselisihan. Paredes tampak mengayunkan tangan ke arah pemain Spanyol tersebut, sebelum rekan-rekan setim dan petugas keamanan berusaha memisahkan mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wasit kemudian memberikan kartu merah kepada Paredes. Emosi pemain berusia 32 tahun itu diduga memuncak setelah Argentina gagal mempertahankan gelar juara dunia.
Video aksi Paredes langsung menyebar di X, Instagram, TikTok, dan Threads. Banyak netizen mengecam tindakannya karena dianggap tidak sportif serta gagal mengendalikan emosi.
"Pemain katrok modal tampang doang, beraninya sama bocah😂 didepan van dijk menciut wkwk," kata @Bigniceyow.
"Perilaku menjijikkan dari para pemain Argentina di akhir pertandingan, terutama Paredes. Hanya sekumpulan preman kasar dan brutal, dan memalukan bagi sepak bola. Belum pernah saya merasa sebahagia ini melihat sebuah tim kalah," ucap @piersmorgan.
"Leandro Paredes seharusnya dilarang bermain sepak bola internasional seumur hidup karena secara brutal menyerang pemain Spanyol setelah peluit akhir dibunyikan. Tindakan premanisme dan kriminalitas yang tidak dapat dibenarkan," usul @AdamJSchwarz.
"Kek preman kampung bgt lu ahh elah, td pas main si Olmo ga slh apa" di dorong" smpe jatoh sm dia, udh kelar mainnya malah si Eric sm Gavi yg kena sasarannya, yg jd sasaran dia dr td anak" Barca mulu, ada dendam apa tuh org sm pemain" Barca dah," ujar @hanbiani.
"Argentina paling lihay memprovokasi dan melakukan pelanggaran ke tim lawan. Giliran di imbangi kok ngamuk. Ngadu ke wasit eh tp gak di gubris wkwkwkwkwk," kata @iam__lodipine.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari Paredes maupun Federasi Sepak Bola Argentina (AFA) mengenai insiden tersebut.

