Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Fenomena Aneh Es di Danau Berubah Jadi Hijau

Fenomena Aneh Es di Danau Berubah Jadi Hijau


Fino Yurio Kristo - detikInet

Danau hijau di Ceko
Foto: Newsweek
Jakarta -

Para ilmuwan menemukan sejumlah besar es hijau di Danau Lipno, Republik Ceko. Fenomena alam tidak biasa ini diabadikan bulan Desember oleh para hidrobiolog dari Biology Centre of the Czech Academy of Sciences. Apa penyebabnya?

Mereka menemukan bahwa akumulasi besar sianobakteri, yang juga dikenal sebagai ganggang hijau-biru, di dalam air menyebabkan es tersebut berubah warna menjadi hijau.

Mengingat sangat sedikitnya catatan ilmiah fenomena langka ini di seluruh dunia, es hijau di Danau Lipno menjadi salah satu kasus keberadaan ganggang hijau-biru di bawah es yang terdokumentasi paling baik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Es hijau di Danau Lipno sejalan dengan perubahan jangka panjang yang kami amati di sini terkait eutrofikasi dan perubahan iklim yang sedang berlangsung. Hal ini mengisyaratkan bahwa kita mungkin akan lebih sering menyaksikan kejutan serupa di masa depan," kata Petr Znachor, salah satu peneliti.

Berdasar analisis terhadap sampel air, organisme yang bertanggung jawab adalah sianobakteri umum Woronichinia naegeliana, yang juga mendominasi Danau Lipno di musim panas dan musim gugur. Kelebihan nutrisi dalam air terutama fosfor, yang sebagian besar diakibatkan aktivitas manusia, jadi pendorong utama pertumbuhan sianobakteri.

ADVERTISEMENT

Ledakan populasi sianobakteri biasanya berangsur menghilang seiring datangnya musim gugur dan cenderung lenyap pada akhir September di sebagian besar waduk di Ceko.

Namun dikutip detikINET dari Newsweek, Danau Lipno adalah pengecualian. Data jangka panjang menunjukkan sianobakteri sering mendominasi danau tersebut hingga November dan dapat muncul dalam jumlah lebih kecil selama Desember dan Januari.

Akhir tahun lalu, biomassa sianobakteri tetap berada dekat permukaan air untuk periode sangat lama, dari musim gugur hingga waduk membeku. Hal ini kemungkinan besar disebabkan oleh perpaduan cuaca tenang, angin lemah, dan durasi penyinaran matahari yang panjang.

Akumulasi sianobakteri membentuk bercak-bercak hijau mencolok di bawah lapisan es tipis, yang terlihat jelas baik dari tepi danau maupun dalam foto udara. Es hijau tersebut terlihat paling nyata saat terjadi pemanasan suhu sementara di sekitar Malam Natal.

Peristiwa terbaru ini mengonfirmasi bahwa Danau Lipno lama terbebani kelebihan nutrisi dalam air, yang dikenal sebagai eutrofikasi, serta terdampak pemanasan iklim yang sedang berlangsung, di mana perubahan ekologis terjadi di luar musim panas biasanya.




(fyk/fyk)







Hide Ads