Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Es Greenland Pernah Hilang 7.000 Tahun Lalu dan Bisa Terjadi Lagi

Es Greenland Pernah Hilang 7.000 Tahun Lalu dan Bisa Terjadi Lagi


Rachmatunnisa - detikInet

Cuaca iklim di Greenland sangatlah dingin. Hal ini menyebabkan para warga di sana ingin berpindah ke tempat yang panas.
Ilustrasi Greenland. Foto: Getty Images/iStockphoto/Maridav
Jakarta -

Riset ilmiah terbaru menunjukkan, sebagian besar Prudhoe Dome, sebuah kubah es besar di dataran tinggi barat laut Greenland, sepenuhnya mencair sekitar 7.000 tahun yang lalu, pada periode Holosen akhir ketika suhu lebih hangat dibandingkan saat ini.

Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Nature Geoscience dan memberi wawasan penting tentang bagaimana es raksasa ini bereaksi terhadap perubahan iklim alami di masa lalu serta apa yang mungkin terjadi di masa depan karena pemanasan global saat ini.

Tim peneliti GreenDrill, proyek kolaborasi antara University at Buffalo dan Columbia University, berhasil mengambil sampel batuan dan sedimen dari bawah tonjolan es tersebut dengan pengeboran yang mendalam. Melalui teknik penanggalan luminesensi, mereka menemukan bahwa sedimen ini terakhir kali terpapar sinar Matahari sekitar 7.000 tahun yang lalu. Itu menjadi bukti bahwa Prudhoe Dome benar-benar hilang sepenuhnya pada masa itu sebelum terbentuk lagi kemudian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mungkin hanya soal waktu sebelum Prudhoe Dome kembali mencair akibat perubahan iklim yang disebabkan manusia saat ini," kata Jason Briner, profesor Ilmu Bumi dan salah satu pemimpin GreenDrill, dikutip dari SciTech Daily.

Pernyataannya menunjukkan, meskipun peristiwa pencairan pertama terjadi secara alamiah ribuan tahun yang lalu, ancaman pencairan kembali akibat pemanasan global modern sangat nyata.

ADVERTISEMENT

Para ilmuwan mencatat bahwa suhu saat Holosen awal sebenarnya tidak jauh lebih tinggi dibandingkan prediksi suhu global menuju akhir abad ini akibat emisi gas rumah kaca. Jika kondisi hangat tersebut terjadi lagi dalam rentang waktu yang cukup panjang, bagian es yang kini relatif stabil berpotensi melemah dan mencair. Hal ini menambah kekhawatiran para peneliti tentang ketahanan lapisan es Greenland terhadap perubahan iklim saat ini dan masa depan.

Temuan ini juga memberi pandangan baru tentang sensitivitas lapisan es terhadap fluktuasi suhu kecil sekalipun. Greenland dikenal sebagai salah satu wilayah yang paling cepat mengalami pencairan es di dunia, dan hilangnya Prudhoe Dome pada masa lalu menegaskan bahwa es besar di sana tidak pernah permanen dalam skala geologis.

Para peneliti berharap penemuan ini dapat membantu meningkatkan ketepatan model iklim global serta prediksi kenaikan permukaan laut. Greenland menyimpan jumlah es yang sangat besar, cukup untuk menaikkan permukaan laut secara signifikan jika seluruhnya mencair. Studi seperti ini memberikan wawasan berharga tentang bagaimana perubahan suhu di masa depan dapat memicu respons besar pada sistem es Bumi.

Dengan pengetahuan bahwa es di masa lalu telah hilang bahkan dengan pemanasan yang relatif moderat, penelitian ini menjadi pengingat kuat bahwa tantangan perubahan iklim yang kita hadapi saat ini memiliki preseden historis, dan skenario pencairan besar bisa terjadi lagi jika pemanasan global terus meningkat.




(rns/rns)






Hide Ads