Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
BMKG Peringatkan Hujan Lebat Meluas hingga 14 Januari 2026

BMKG Peringatkan Hujan Lebat Meluas hingga 14 Januari 2026


Rachmatunnisa - detikInet

Ilustrasi cuaca ekstrem
Foto: Agung Pambudhy/detikcom
Jakarta -

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca nasional yang berlaku selama 12-14 Januari 2026. Sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi mengalami hujan sedang hingga sangat lebat, disertai angin kencang yang dapat memicu bencana hidrometeorologi.

Dalam infografik peringatan dini hujan 14 Januari 2026, BMKG menyatakan status Waspada (hujan sedang-lebat) mencakup wilayah Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Bali, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat, Papua, dan Papua Selatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, status Siaga (hujan lebat-sangat lebat) diprediksi terjadi di Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, serta Papua Pegunungan. Adapun untuk kategori Awas (hujan sangat lebat-ekstrem), BMKG menyatakan nihil.

Selain hujan lebat, peringatan dini angin kencang juga dikeluarkan untuk wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Maluku, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan.

ADVERTISEMENT

BMKG turut merinci wilayah kabupaten/kota dengan potensi hujan lebat hingga sangat lebat (Siaga) selama periode tersebut. Di antaranya meliputi sejumlah daerah di Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, hingga Papua Pegunungan, dengan sebaran berbeda setiap harinya pada 12, 13, dan 14 Januari 2026.

BMKG mengingatkan bahwa wilayah-wilayah tersebut berpotensi terdampak bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, hingga pohon tumbang akibat cuaca ekstrem.

"Kesiapsiagaan adalah kunci dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi dan cuaca ekstrem," tulis BMKG dalam unggahannya.

Masyarakat diimbau untuk terus memantau pembaruan cuaca melalui website BMKG, cuaca.bmkg.go.id, serta aplikasi InfoBMKG, dan segera melaporkan kejadian bencana di lingkungan sekitar melalui kanal pelaporan yang disediakan.




(rns/fay)







Hide Ads