Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
AI Masuk HR, TalentGO.AI Ubah Proses Rekrutmen Jadi Lebih Ringkas-Efisien

AI Masuk HR, TalentGO.AI Ubah Proses Rekrutmen Jadi Lebih Ringkas-Efisien


Agus Tri Haryanto - detikInet

Businesswomen leverage artificial intelligence to analyze market data to identify target audiences and business growth trends, crafting effective marketing strategies and gaining a competitive edge.
Foto: Getty Images/Prae_Studio
Jakarta -

Proses rekrutmen bisa menghabiskan hingga 150 jam kerja dan biaya Rp 11,5 juta hanya untuk menyortir CV dan wawancara awal. Melihat persoalan ini, TalentGO.AI menghadirkan asisten HR virtual berbasis AI untuk mempercepat perekrutan hingga enam kali lebih cepat.

Kondisi ini paling dirasakan oleh bisnis kecil dan menengah (UKM) yang belum memiliki tim HR khusus. Beban rekrutmen kerap jatuh ke pemilik usaha atau tim operasional yang harus membagi fokus antara menjalankan bisnis dan memilah ratusan lamaran.

Melihat persoalan tersebut, TalentGO.AI memperkenalkan layanan B2B berupa "AI Virtual HR" untuk mempercepat dan menyederhanakan proses rekrutmen berbasis kecerdasan buatan. CEO & Founder TalentGO.AI, Valencia Gabriella, mengatakan ide ini berangkat dari keresahan personalnya sejak 2020.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

"Perjalanan TalentGO.AI dimulai dari sebuah keresahan personal saya sejak tahun 2020. Saat itu, saya melihat sulitnya para kandidat dalam menemukan pekerjaan, namun di sisi lain para pemilik bisnis sering kali kesulitan mencari kandidat yang tepat," ujarnya dikutip Minggu (1/3/2026).

TalentGO.AI yang resmi hadir pada 2025 mengklaim mampu memangkas proses rekrutmen menjadi enam kali lebih cepat berkat teknologi AI.

"Hadir pada tahun 2025 lalu dan didukung oleh bantuan teknologi AI, kami memotong proses rekrutmen yang lambat menjadi 6 kali lebih cepat," tambah Valencia.

Melalui sistem AI, proses screening awal dapat dipercepat hingga 80%. Platform ini tidak hanya mencocokkan kata kunci dalam CV, tetapi membaca pola dan konteks untuk menilai kesesuaian kandidat. Hasilnya, kandidat diurutkan berdasarkan tingkat kecocokan dan kualifikasi.

Dengan pendekatan ini, perusahaan dapat langsung fokus pada kandidat terbaik tanpa perlu mewawancarai satu per satu sejak tahap awal.

Selain kecepatan, TalentGO.AI menekankan transparansi penilaian. Setiap kandidat dilengkapi indikator kompetensi yang bisa ditinjau rekruter, bukan sekadar skor akhir.

Dalam 75 siklus rekrutmen yang telah dijalankan, TalentGO.AI mencatat tingkat keselarasan penilaian AI dengan standar rekruter berada di kisaran 85-90%. Moderasi manual tetap dilakukan pada sebagian kecil kandidat di tahap shortlist.

TalentGO.AI menghadirkan asisten HR virtual berbasis AI untuk mempercepat perekrutan hingga enam kali lebih cepat.TalentGO.AI menghadirkan asisten HR virtual berbasis AI untuk mempercepat perekrutan hingga enam kali lebih cepat. Foto: TalentGO.AI

Platform ini juga menyediakan mekanisme override dan kalibrasi berkala untuk meminimalkan risiko bias, dengan keputusan akhir tetap berada di tangan manusia.

"Dengan bantuan teknologi, pekerjaan manual dan repetitif dalam rekrutmen bisa dipersingkat dan dimudahkan. Namun, keputusan tetap ada pada manusia. Rekruter tetap menentukan kandidat terbaik yang layak dipanggil untuk tahap berikutnya, dan proses wawancara tetap dilakukan secara langsung untuk memastikan kecocokan kandidat," jelas Valencia.

Sejak peluncuran, TalentGO.AI telah digunakan lebih dari 50 perusahaan dengan dukungan terhadap 130 posisi aktif dan menjangkau lebih dari 30.000 kandidat dalam tiga bulan awal.

Platform ini juga mengklaim mampu mempercepat proses rekrutmen dari pencarian kandidat hingga tahap offering hanya dalam tiga hari, termasuk untuk perusahaan di sektor teknologi, ritel, manufaktur, F&B, fashion, hingga agensi.

Untuk menjangkau kebutuhan beragam perusahaan, TalentGO.AI menawarkan beberapa model layanan, mulai dari screening AI mandiri, sourcing dan screening oleh tim internal TalentGO.AI, hingga layanan end-to-end termasuk headhunter premium.

Model bisnisnya dirancang fleksibel tanpa kewajiban berlangganan, sehingga UKM tidak perlu berinvestasi besar pada sistem rekrutmen.

"Melalui model yang kami tawarkan, TalentGO.AI memposisikan rekrutmen bukan lagi sebagai beban administratif yang panjang dan mahal, melainkan sebagai proses yang lebih ringkas sehingga perusahaan bisa lebih fokus pada pengembangan bisnis utama," tutup Valencia.




(agt/agt)




Hide Ads