Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Fosil Penguin Raksasa Ditemukan di Selandia Baru, Lebih Besar dari Manusia

Fosil Penguin Raksasa Ditemukan di Selandia Baru, Lebih Besar dari Manusia


Rachmatunnisa - detikInet

A group of adult Emperor penguins travel along the sea ice on their bellies after exiting the water against, as the ice shelf is seen in the distance, on the Ekstrom Ice Shelf, Antarctica, in this undated handout image obtained by Reuters on April 17, 2025. National Geographic/Bertie Gregory/Handout via REUTERS THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY. NO RESALES. NO ARCHIVES. MANDATORY CREDIT. FOR EDITORIAL NEWS USE ONLY WHEN REPORTING ON
Penguin Kaisar. Foto: National Geographic/Bertie Gregory/Handout via REUTERS
Jakarta -

Ilmuwan menemukan fosil seekor penguin purba raksasa bernama Kumimanu biceae di Selandia Baru yang ukurannya bahkan lebih besar dari manusia dewasa. Hewan ini hidup sekitar 56-60 juta tahun lalu, tak lama setelah kepunahan dinosaurus non-burung.

Temuan ini tidak hanya membuat para peneliti tercengang, tetapi juga mengubah pemahaman tentang batas ukuran tubuh burung laut di masa awal evolusi penguin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fosil Kumimanu biceae ditemukan di Pulau Selatan, Selandia Baru. Analisis para ilmuwan memperkirakan bahwa penguin ini bisa mencapai sekitar 1,77 meter tingginya saat berdiri dan berat lebih dari 100 kilogram, jauh melampaui ukuran penguin kaisar, penguin terbesar yang hidup saat ini dengan tinggi sekitar 1,2 meter dan berat 30-45 kg.

Mengenal Kumimanu

Nama Kumimanu berasal dari bahasa Māori yang berarti 'burung monster laut', julukan ini diberikan karena ukurannya yang jauh lebih besar dibandingkan rata-rata burung laut purba lainnya.

ADVERTISEMENT

Para ahli palaeontologi percaya bahwa ukuran tubuh raksasa ini muncul karena tekanan evolusi di lautan purba, ketika predator besar seperti reptil laut punah dan ceruk ekologis baru terbuka bagi burung laut besar.

Model perbandingan dari penemuan fosil lain menunjukkan bahwa beberapa spesimen Kumimanu memiliki tulang paha (femur) yang lebih panjang dari semua penguin fosil lain yang diawetkan utuh, menandakan tubuhnya yang sangat besar saat hidup.

Penguin raksasaPerbandingan Mega Penguin, orang dewasa Inggris, dan Penguin Kaisar. Foto: New Scientist

Menurut tim peneliti yang menerbitkan studi fosil ini di jurnal Nature Communications, K. biceae adalah salah satu penguin terbesar yang diketahui dari fosil dengan bagian kerangka yang masih substansial, meskipun ada juga spesies lain yang mungkin lebih besar.

Menurut studi fosil Kumimanu biceae yang dipimpin oleh Gerald Mayr, seorang pakar paleontologi dari Senckenberg Research Institute and Natural History Museum, ukuran luar biasa K. biceae menunjukkan bahwa gigantisme pada penguin sudah muncul sangat awal setelah penguin kehilangan kemampuan terbang dan beradaptasi sebagai penyelam laut.

Temuan Kumimanu biceae membantu para ilmuwan memahami bagaimana ukuran tubuh ekstrem dapat berevolusi dalam garis keturunan penguin kuno. Fakta bahwa makhluk seukuran manusia hidup hanya beberapa juta tahun setelah kepunahan dinosaurus memberi petunjuk penting tentang bagaimana hewan laut besar pertama kali berevolusi di ekosistem pasca-kepunahan massal.




(rns/rns)





Hide Ads