Mumi Balita Ungkap Kekurangan Sinar Matahari Sebabkan Kematian

Mumi Balita Ungkap Kekurangan Sinar Matahari Sebabkan Kematian

ADVERTISEMENT

Mumi Balita Ungkap Kekurangan Sinar Matahari Sebabkan Kematian

Rachmatunnisa - detikInet
Minggu, 30 Okt 2022 08:03 WIB
Mumi bayi
Mumi Balita Ungkap Kekurangan Sinar Matahari Sebabkan Kematian. Foto: Nerlich et al, Frontiers, 2022
Jakarta -

Ilmuwan melakukan "otopsi virtual" sisa-sisa mumi seorang balita yang terkubur di dalam ruang bawah tanah keluarga di Austria. Temuan mereka mengungkapkan bahwa anak itu meninggal karena kekurangan sinar Matahari.

Diyakini sebagai Reichard Wilhelm, putra sulung dari Pangeran Starhemberg, seorang anggota terkemuka aristokrasi Austria, bocah lelaki itu hidup selama masa Renaisans (sekitar abad ke-14 hingga ke-17) dan meninggal ketika dia baru berusia 10 hingga 18 bulan.

Meski tinggal di lingkungan pengasuhan yang istimewa, tim ilmuwan dari Jerman menyimpulkan bahwa ia mengalami kekurangan nutrisi ekstrem dan kematian dini yang tragis akibat pneumonia.

Tim peneliti melakukan CT scan dan penanggalan radiokarbon dari mumi yang ditemukan terbungkus mantel sutra berkerudung ini. Saat ditemukan, tangan kirinya menutupi perutnya. Pemindaian menunjukkan adanya malformasi pada tulang rusuknya, yang merupakan tanda klasik malnutrisi. Tanda ini menunjukkan rakhitis.

Dikenal sebagai rosario rachitic, malformasi tersebut terjadi ketika "kenop" tulang rusuk mulai menyerupai manik-manik rosario karena kekurangan vitamin D. Jaringan lunak yang tersisa dari anak itu menunjukkan bahwa dia juga kelebihan berat badan ketika meninggal, sehingga menghilangkan dugaan bahwa dia kurang makan.

"Kombinasi obesitas bersama dengan kekurangan vitamin yang parah hanya dapat dijelaskan oleh status gizi yang umumnya 'baik' bersama dengan hampir tidak adanya paparan sinar Matahari," kata Andreas Nerlich, penulis utama studi dan ahli patologi dari Academic Clinic Munich-Bogenhausen di Jerman.

"Kita harus mempertimbangkan kembali kondisi kehidupan bayi bangsawan dari populasi sebelumnya," sambungnya seperti dikutip dari Science Alert.

Para peneliti menemukan anak itu terkubur di dalam peti kayu yang terbukti terlalu kecil untuknya, berdasarkan deformasi tengkoraknya. Ruang bawah tanah disediakan khusus untuk keturunan Pangeran Starhemberg, khususnya putra sulung mereka yang akan menjadi pemegang gelar.

Mumi bayiFoto: Nerlich et al, Frontiers, 2022

Penanggalan radiokarbon dari sampel kulit menunjukkan ia dikubur antara tahun 1550 dan 1635, namun catatan bangunan menunjukkan bahwa ruang bawah tanah mengalami renovasi sekitar tahun 1600. Jadi, kemungkinan balita ini dimakamkan setelah tanggal tersebut. Menurut pernyataan ilmuwan, dia adalah orang termuda yang dimakamkan di ruang bawah tanah tersebut.



Simak Video "Tim Arkeolog Temukan Mumi Berusia 4300 Tahun di Mesir"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT