Krisis Energi Menghantui, Gedung-gedung Penting Eropa Gelap Gulita

Krisis Energi Menghantui, Gedung-gedung Penting Eropa Gelap Gulita

ADVERTISEMENT

Krisis Energi Menghantui, Gedung-gedung Penting Eropa Gelap Gulita

Rachmatunnisa - detikInet
Rabu, 26 Okt 2022 18:15 WIB
MANCHESTER, ENGLAND - OCTOBER 19: Night time falls behind electricity pylons and a sub station on October 19, 2022 in Manchester, England. The British utility company, National Grid, said this week that UK households may face power cuts this winter for up to three hours at a time, if gas supplies run low. The UK relies heavily on gas to produce electricity, and gas supplies to Europe have been severely disrupted by the fallout from Russias invasion of Ukraine (Photo by Christopher Furlong/Getty Images)
Foto: Getty Images/Christopher Furlong
Jakarta -

Museum Hamburger Bahnhof di Berlin, Jerman akan mematikan instalasi lampu mereka di musim dingin tahun ini. Museum ini menambah daftar lembaga budaya Eropa lainnya yang memutuskan untuk mematikan listrik sebagai isyarat simbolis aksi konservasi energi.

Seniman Amerika Dan Flavin, merancang sebuah karya yang diberi judul Untitled pada 1969. Karya ini berupa sebuah instalasi tabung neon biru dan hijau dan dipasang di fasad Museum Hamburger Bahnhof saat pembukaannya di tahun 1996. Untuk pertama kalinya, lampu ini akan dimatikan, demikian menurut co-director Hamburger Bahnhof Till Fellrath dan Sam Bardaouil.

"Penting bagi kita sebagai museum yang terkenal secara internasional untuk memberikan contoh dalam situasi saat ini dan memberikan kontribusi untuk menyelamatkan sumber daya yang langka," kata Fellrath dan Bardaouil dikutip dari Observer.

"Kami berharap langkah sulit ini juga akan menginspirasi pemikiran ulang perencanaan museum yang berkelanjutan secara umum," sambung mereka seraya berharap sudah bisa menyalakan kembali instalasi Flavin pada akhir Maret 2023.

Gerakan museum seni kontemporer ini sejajar dengan yang dilakukan di seluruh Eropa, menyusul diputusnya pasokan energi gas dari Rusia ke Eropa, sebagai pembalasan atas sanksi Barat dari invasinya ke Ukraina. Aksi Rusia ini mengakibatkan krisis energi di Eropa.

Berikut adalah beberapa lembaga budaya yang memutuskan mematikan lampu dan membiarkan gedung mereka gelap gulita, sebagai respons atas situasi krisis energi.

Menara Eiffel

Pada bulan September, pejabat kota Paris mengumumkan bahwa Menara Eiffel Paris akan mematikan 20 ribu lampu lebih awal dari biasanya. Lampu sekarang mati pada pukul 11:45, bukannya pukul 01:00. Aksi ini diklaim mengurangi konsumsi energi sebesar 4%.

Museum Louvre dan Versaille

Piramida Louvre, struktur yang biasanya terang sejak di pintu masuk utama museum yang terletak di Paris, Prancis ini, kini menjadi gelap sejak pukul 11 malam, bukan pukul 1 pagi seperti biasanya. Lampu di fasad Chateau de Versailles juga akan dimatikan satu jam lebih awal dari biasanya yakni pada pukul 10 malam, bukan pukul 11 malam.

Landmark Berlin

Pada bulan Juli, pejabat Berlin mengatakan bahwa 150 bangunan simbolis dan landmark secara bertahap akan dimatikan lampunya, termasuk State Opera, Charlottenburg Palace dan Berlin Cathedral. Sekitar 100 bangunan ini telah dimatikan lampunya pada bulan Agustus.

Pasar Natal Wina

Selain mengumumkan tidak akan ada dekorasi Natal yang menyala tahun ini di The Ring, serangkaian jalan raya yang mengelilingi Wina, Austria, pejabat kota pada bulan Agustus mengatakan bahwa lampu di pasar Natal di depan balai kota hanya akan dinyalakan pada malam hari.

Gedung Parlemen Yunani

Gedung parlemen dan kantor walikota di Athena, Yunani mematikan lampu eksterior mereka pada bulan Septembe sebagai sebuah langkah simbolis. Lampu juga dimatikan di jembatan Rio-Antirrio, yang melintasi Teluk Korintus.



Simak Video "Lampu Natal Mulai Nyala di Champs Elysees Paris di Tengah Krisis Energi"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT