Astronom Peringatkan Ribuan Satelit Elon Musk Bisa Nabrak Pesawat

Astronom Peringatkan Ribuan Satelit Elon Musk Bisa Nabrak Pesawat

ADVERTISEMENT

Astronom Peringatkan Ribuan Satelit Elon Musk Bisa Nabrak Pesawat

Rachmatunnisa - detikInet
Jumat, 21 Okt 2022 07:15 WIB
Roket Falcon 9 SpaceX membawa satelit internet Starlink
Foto: Space.com
Jakarta -

Satelit Starlink Elon Musk dapat menghasilkan layanan internet broadband global di seluruh dunia. Namun para astronom memperingatkan sistem satelit ini bisa membahayakan pesawat di masa depan.

Andy Lawrence, Profesor Regius Astronomi di University of Edinburgh, memperingatkan bahwa jumlah satelit internet yang terus bertambah di ruang angkasa pasti suatu saat akan menyebabkan tabrakan.

Dari sana, memang tidak akan banyak puing yang menghujani Bumi. Sebagian besar akan terbakar di atmosfer, namun beberapa akan melewatinya dan bahkan sebagian kecil bisa menjatuhkan sebuah pesawat.

"Itu akan terjadi suatu saat nanti. Ada begitu banyak sampah, sesuatu akan menabrak pesawat dan 300 orang bisa akan terbunuh, kita harus benar-benar berhati-hati," katanya seperti dikutip dari The Sun.

"Mereka mengatakan memiliki algoritma AI untuk menghindari tabrakan dan mereka memastikan satelit akan lama terbakar. Mereka meyakinkan hal itu selalu berhasil, namun nyatanya tidak," sambungnya.

Musk ingin menempatkan 40 ribu satelit Starlink ke luar angkasa. Saat ini ada lebih dari 3.000 satelit yang berputar-putar di atas Bumi kita dan SpaceX memiliki izin untuk meluncurkan 9.000 satelit lagi. Pada 2019, Starlink mengajukan permintaan untuk meluncurkan 30 ribu satelit lagi.

Untuk diketahui, puing-puing dari pesawat ruang angkasa pribadi sebelumnya meluncur ke Bumi. Agustus lalu, puing-puing SpaceX setinggi tiga meter yang seharusnya jatuh ke laut, mendarat di sebuah peternakan di Australia.

Starlink memang memiliki manfaat yang sangat besar, salah satunya menyediakan komunikasi kepada masyarakat Ukraina yang sedang dilanda perang akibat pertikaian dengan Rusia. Tetapi Profesor Lawrence mengatakan harus lebih banyak perhatian terhadap sistem ini.

"Jika Anda memiliki sesuatu yang tidak terbakar sepenuhnya saat turun, maka ada benda yang menghujani atmosfer. Hal-hal bergerak sangat cepat di orbit, bahkan hal-hal kecil bisa benar-benar mematikan," ujarnya.

Profesor Lawrence telah menerbitkan sebuah buku berjudul Losing The Sky tentang masalah ini. Dia mengatakan bahwa meskipun dia tidak menginginkan peluncuran satelit dihentikan, perlu ada penelitian lebih lanjut tentang efeknya.

"Sebagian besar saya katakan, demi Tuhan, pelan-pelan, mari kita lakukan beberapa studi yang tepat, mari kita cari tahu bagaimana melakukan ini dengan benar sehingga kita semua bisa berbagi ruang di langit," katanya.



Simak Video "Elon Musk Pastikan SpaceX Tetap Danai Internet Starlink Gratis di Ukraina"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/afr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT