10 Teknologi Pencegah Banjir di Dunia, Indonesia Juga Punya

10 Teknologi Pencegah Banjir di Dunia, Indonesia Juga Punya

ADVERTISEMENT

10 Teknologi Pencegah Banjir di Dunia, Indonesia Juga Punya

Rachmatunnisa - detikInet
Jumat, 07 Okt 2022 14:30 WIB
Ilustrasi Jalan tertutup akibat banjir, pengalihan arus akibat banjir, awas banjir
Ilustrasi Jalan tertutup akibat banjir. Foto: Andhika-detikcom
Jakarta -

Sejak zaman kolonial Belanda, berbagai cara dilakukan untuk menanggulangi banjir Jakarta. Namun hingga kini, banjir Jakarta selalu jadi masalah tahunan.

Bukan hanya Jakarta, wilayah lain di Indonesia pun dibayangi bencana banjir. Kondisi ini diperparah dengan kondisi alam yang sudah jauh berubah dan ulah manusia yang merusak.

Di sejumlah negara, banjir berada di urutan teratas bencana alam dengan tingkat kerusakan tinggi. Karenanya, manusia memikirkan berbagai cara untuk menanggulangi banjir. Setidaknya, teknologi ini akan meminimalkan kerusakan yang mungkin ditimbulkan.


Berikut ini adalah deretan teknologi penanggulangan banjir di berbagai negara seperti dirangkum detikINET dari berbagai sumber.

1. Bendungan

Selain digunakan untuk keperluan pengairan dan pertanian, bendungan atau waduk dan tempat penampungan air lainnya digunakan untuk mengurangi debit air yang melintas lewat sungai, apalagi jika bendungan tersebut dibangun dengan kapasitas untuk menanggulangi air berlebih saat musim hujan.

Setidaknya, bendungan bisa sedikit menghambat banjir. Teknologi ini sudah sukses diterapkan oleh bendungan Mount Morris dan Seven Oaks di Amerika Serikat.

Dalam kondisi banjir Jakarta, bendungan Katulampa di Bogor, Jawa Barat dijadikan patokan untuk memprediksi limpahan air yang akan datang ke Jakarta. Selain Katulampa, di berbagai daerah di Indonesia saat ini tercatat ada 231 bendungan (data Kementerian PUPR per Mei 2021).

Jumlah bendungan ini masih sedikit untuk menampung potensi air di Indonesia yang cukup tinggi sebesar 2,7 triliun m3/tahun, sehingga pembangunan infrastruktur yang dilakukan Kementerian PUPR salah satunya adalah memperbanyak pembangunan waduk dan bendungan.

Bendung Katulampa, Bogor, Jawa Barat, Rabu (4/5/2022).Bendung Katulampa, Bogor, Jawa Barat, Rabu (4/5/2022). Foto: Muchamad Sholihin/detikcom

2. Terowongan SMART

Di Kuala Lumpur, negeri tetangga kita Malaysia, ada proyek pengendali banjir bernama Terowongan Stormwater Management and Road Tunnel (SMART). Awalnya, terowongan ini hanya untuk mengatasi banjir, namun kemudian berkembang idenya sehingga dijadikan juga sebagai jalan tol bawah tanah pengurai kemacetan bila tidak sedang banjir.

Dengan panjang 9,7 km, terowongan SMART menjadi terowongan air terpanjang di Asia Tenggara dan terpanjang kedua di Asia. Terowongan ini bisa menampung 3 juta meter kubik air dan mengalirkannya guna mencegah banjir di pusat kota. Ketika banjir sudah surut, terowongan akan langsung dibersihkan dan bisa dilewati kembali oleh kendaraan.

Teknologi pencegah banjirTerowongan SMART. Foto: Wikiwand


3. Delta Plan

Letak Belanda yang lebih rendah dari permukaan air laut membuatnya rentan dilanda banjir. Karenanya, pemerintah Belanda membangun mega proyek pengendalian banjir yang disebut Delta Plan atau Delta Works.

Dibangun setelah terjadinya banjir laut utara pada 1953, Delta Plan menutup laut Zuiderzee dengan tanggul sepanjang 30 km. Penutupan laut tersebut merupakan proyek terbesar yang pernah dilakukan di bidang pengeringan laut yang digunakan sebagai tanah pertanian dan peternakan.

Cara yang digunakan untuk membendung laut adalah dengan memakai kotak-kotak raksasa dari besi beton yang diturunkan ke dalam air laut. Proyek yang selesai tahun 1997 ini mengurangi risiko banjir menjadi 1 kali dalam 4.000 tahun. Karena keberhasilan ini, Delta Plan disebut-sebut sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia modern.

Teknologi pencegah banjirDelta Works. Foto: Tomtom.com

4. Gorong-gorong Raksasa

Untuk melindungi kota Tokyo dari banjir yang kerap melanda, pemerintah Jepang membangun tangki-tangki berukuran raksasa yang tersembunyi 22 meter di bawah tanah.

Tangki bawah tanah ini terhubung dengan terowongan-terowongan yang akan mengalirkan air dari permukaan tanah dan ditampung ke bawah tanah. Saluran itu menyedot air dari sungai yang berukuran lebih kecil dan sedang di Tokyo utara dan memindahkannya ke sungai Edo yang bisa menangani volume air lebih besar.

Ketika salah satu sungai meluap, air akan jatuh ke satu dari lima tangki silindris setinggi 70 meter yang tersebar di sepanjang saluran ini. Sebagai gambaran seberapa besar tangkinya, masing-masing tangki cukup untuk menampung pesawat luar angkasa atau patung Liberty!

Metropolitan Area Outer Underground Discharge Channel (MAOUDC)Metropolitan Area Outer Underground Discharge Channel (MAOUDC) jadi gorong-gorong raksasa pencegah banjir di Tokyo. Foto: Getty Images

5. Pembelah Lautan

Di balik kecantikan Venesia di Italia, kota ini jadi langganan banjir sejak berabad lalu. Banjir itu disebabkan oleh air pasang dari laut Adriatik. Untuk mengatasinya, pemerintah memasang semacam teknologi yang membelah lautan.

Ya, seperti kisah Nabi Musa yang membelah Laut Merah, teknologi ini dinamakan MOSE yang merupakan singkatan dari MOdulo Sperimentale Elettromeccanico.

Proyek ini adalah sistem terintegrasi yang terdiri dari barisan gerbang yang dipasang di ceruk Lido, Malamocco, dan Chioggia yang mampu mengisolasi wilayah Venesia dan laguna dari terjangan gelombang laut Adriatik selama terjadi gelombang tinggi.

Teknologi pencegah banjirMOSE pembelah lautan. Foto: GeoEngineer

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT