Kecoak Lebih Kuat dari Dinosaurus, Ini Buktinya

ADVERTISEMENT

Kecoak Lebih Kuat dari Dinosaurus, Ini Buktinya

Rachmatunnisa - detikInet
Minggu, 02 Okt 2022 05:45 WIB
Close up hand hold Dead Cockroach tentacle
Foto: Getty Images/iStockphoto/ananaline
Jakarta -

Ketika asteroid menghantam Bumi 66 juta tahun lalu, ada kecoak di sana. Sementara dinosaurus dan tiga perempat spesies Bumi musnah karena peristiwa itu, kecoak bisa bertahan menghalau serangan dan berhasil hidup hingga sekarang.

Bagaimana kecoak yang panjangnya hanya beberapa sentimeter bisa bertahan hidup ketika begitu banyak hewan kuat punah? Ternyata menurut sebuah studi, mereka diperlengkapi dengan baik untuk hidup menghadapi bencana meteor.

Jika pernah melihat kecoak, perhatikan bahwa tubuh mereka sangat rata. Ini bukan karena sebuah kecelakaan. Serangga yang lebih datar, dapat menekan diri mereka ke tempat yang lebih sempit. Ini memungkinkan mereka untuk bersembunyi di mana saja, dan ini mungkin membantu mereka bertahan dari dampak asteroid 66 juta tahun lalu.

"Saat meteor menghantam, suhu di permukaan Bumi meningkat. Banyak hewan tidak punya tempat untuk melarikan diri, tetapi kecoak bisa berlindung di celah-celah tanah kecil, yang memberikan perlindungan yang sangat baik dari panas," kata Brian Lovett, Peneliti Pascadoktoral dalam Mikologi, University of West Virginia, dikutip dari Live Science, Minggu (10/4/2022).

Peristiwa dahsyat ini memicu serangkaian efek, menendang begitu banyak debu sehingga langit menjadi gelap. Saat Matahari meredup, suhu Bumi turun dan kondisi di seluruh Bumi seketika dingin. Dengan sedikit sinar Matahari, tanaman yang masih hidup berjuang untuk tumbuh, dan banyak organisme lain yang bergantung pada tanaman itu kelaparan.

Namun, tidak demikian halnya dengan kecoak. Berbeda dengan kebanyakan serangga yang lebih suka memakan satu tanaman tertentu, kecoa adalah pemakan segala. Ini berarti mereka bisa memakan sebagian besar makanan. baik yang berasal dari hewan, tumbuhan, sampah, bahkan kotoran.

Memiliki selera makan yang tidak pilih-pilih, memungkinkan kecoak untuk bertahan hidup di masa-masa sulit sejak kepunahan dinosaurus dan bencana alam lainnya.

"Sifat lain yang membantu adalah kecoak bertelur di tempat perlindungan kecil. Cangkang telur ini terlihat seperti kacang kering dan disebut oothecae, yang berarti 'kotak telur'. Seperti halnya casing ponsel, oothecae bersifat keras dan melindungi isinya dari kerusakan fisik dan ancaman lainnya, seperti banjir dan kekeringan," kata Lovett.

Halaman selanjutnya, mengenai kecoak modern>>>

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT