Jarak Jupiter Terdekat dari Bumi dalam 59 Tahun, Ini Akibatnya

ADVERTISEMENT

Jarak Jupiter Terdekat dari Bumi dalam 59 Tahun, Ini Akibatnya

Rachmatunnisa - detikInet
Jumat, 23 Sep 2022 16:10 WIB
Planet Jupiter terlihat tidak biasa warnanya, seperti yang hasil jepretan teleskop luar angkasa Hubble. Planet terbesar di sisten Tata Surya itu berwarna pastel.
Foto: Hubble
Jakarta -

Jupiter akan berada pada posisi terdekatnya dengan Bumi dan "wajahnya" akan sepenuhnya diterangi oleh Matahari. Akibatnya, planet raksasa ini akan menjadi lebih terang daripada waktu lainnya sepanjang tahun dan akan terlihat sepanjang malam.

Ini adalah waktu terbaik untuk melihat dan memotret Jupiter beserta bulan-bulan yang menyertainya. Teleskop berukuran sedang, cukup bisa menunjukkan beberapa detail di pita awan (cloud band) Jupiter. Teropong dengan kemampuan yang lebih baik lagi, memungkinkan kita melihat empat bulan terbesar Jupiter, muncul sebagai titik terang di kedua sisi planet ini.

Kapan?

Jupiter mencapai oposisi pada hari Senin, 26 September 2022. Para pengamat bintang memperkirakan akan ada suguhan pemandangan Jupiter yang luar biasa sepanjang malam di hari itu.

Dari sudut pandang permukaan Bumi, oposisi terjadi ketika sebuah objek astronomi terbit di timur saat Matahari terbenam di barat, menempatkan objek dan Matahari di sisi berlawanan dari Bumi.

Setiap 13 bulan, Jupiter berada dalam posisi oposisi, membuatnya terlihat lebih besar dan lebih terang daripada waktu lainnya dalam setahun.

Terdekat dalam 59 tahun

Kali ini, Jupiter juga akan berada pada titik terdekatnya ke Bumi dalam 59 tahun terakhir. Hal ini terjadi karena Bumi dan Jupiter tidak mengorbit Matahari dalam lingkaran sempurna, sehingga planet-planet tersebut saling berpapasan pada jarak yang berbeda sepanjang tahun.

Nah, pemandangan tahun ini akan sangat luar biasa karena pendekatan Jupiter ke Bumi jarang bertepatan dengan oposisi. Jupiter akan berjarak sekitar 593,6 juta kilometer dari Bumi pada titik terdekatnya, yang kira-kira sama dengan jarak pada tahun 1963.

"Dengan teropong yang bagus, pita (setidaknya pita pusat Jupiter) dan tiga atau empat satelit Galilea (bulan) akan terlihat," kata Adam Kobelski, astrofisikawan di Pusat Penerbangan Luar Angkasa Marshall NASA di Huntsville, Alabama, dikutip dari SciTech Daily.

"Penting untuk diingat bahwa Galileo mengamati bulan-bulan ini dengan optik abad ke-17. Salah satu kebutuhan utama adalah pemasangan yang stabil untuk sistem apa pun yang Anda gunakan," sambungnya.

Bisa dilihat pakai teleskop

Saat di oposisi, Jupiter dapat dilihat menggunakan teleskop. Kobelski merekomendasikan teleskop yang lebih besar untuk bisa menangkap Bintik Merah Besar Jupiter dan pita-pitanya secara lebih detail.

Misalnya, teleskop berukuran 4 inci atau lebih besar dan beberapa filter dalam rentang hijau hingga biru akan meningkatkan visibilitas fitur ini. Ia menambahkan, lokasi menonton yang ideal akan berada di dataran tinggi di daerah yang gelap dan kering.

Para astronom percaya bahwa total ada 79 bulan Jupiter telah terdeteksi, termasuk di antaranya empat bulan terbesar: Io, Europa, Ganymede, dan Callisto yang disebut satelit Galilea.

Penamaannya berdasarkan sosok Galileo Galilei, orang yang pertama kali mengamati bulan ini pada tahun 1610. Dalam teropong atau teleskop, satelit Galilea akan muncul sebagai titik terang di kedua sisi Jupiter selama oposisi.



Simak Video "Sederet Fenomena Langit yang Akan Terjadi di September 2022"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT