Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Gara-gara Belum Punya Anak, Elon Musk Sebut Pekerja Ini Nggak Qualified

Gara-gara Belum Punya Anak, Elon Musk Sebut Pekerja Ini Nggak Qualified


Aisyah Kamaliah - detikInet

FILE PHOTO: Tesla CEO Elon Musk reacts while wearing a cap with the words
Gara-gara Belum Punya Anak, Elon Musk Sebut Pekerja Ini Nggak Qualified Foto: REUTERS/Evelyn Hockstein
Jakarta -

Perusahaan kecerdasan buatan (AI) Anthropic mempekerjakan seorang filsuf Skotlandia bernama Amanda Askell. Tugasnya adalah menanamkan kepribadian dan seperangkat batasan moral pada chatbot mereka, Claude. Pada dasarnya, ia mengajarinya untuk menjadi lebih baik lagi.

Seperti biasa, Elon Musk tak mau ketinggalan berkomentar juga. Yang membuat geger, dia tidak berpikir bahwa Askell memenuhi syarat.

"Mereka yang tidak memiliki anak tidak memiliki kepentingan dalam masa depan," tulis Musk di X sebagai tanggapan terhadap profil Askell yang diterbitkan oleh The Wall Street Journal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Melansir Business Insider, profil Journal tersebut tidak menyebutkan apakah Askell memiliki anak. Musk yang punya chatbot sendiri yakni Grok, memiliki 14 anak. Musk dikenal karena mempromosikan paham pronatalisme yang telah menjadi populer di kalangan elit Silicon Valley.

Askell pun menanggapi dengan santai. Dia menulis bahwa itu tergantung pada seberapa besar seseorang peduli pada orang secara umum dibandingkan dengan keluarga mereka sendiri.

"Saya memang berniat memiliki anak, tetapi saya masih merasa memiliki kepentingan pribadi yang kuat di masa depan karena saya sangat peduli dengan kesejahteraan orang lain, bahkan jika mereka tidak memiliki hubungan keluarga dengan saya," ujar Askell.

"Saya pikir kepedulian terhadap anak-anak Anda dapat membuat Anda merasa terlibat dalam masa depan dengan cara yang baru dan sangat mendalam, dan saya mengerti mengapa orang ingin menyampaikan hal itu," tambahnya.

Tanggapan orang-orang terhadap percakapan singkat mereka sangat beragam. Sehari kemudian, Askell kembali memposting.

"Saya terlalu berhaluan kanan untuk kubu kiri dan saya terlalu berhaluan kiri untuk kubu kanan," katanya.

"Saya terlalu tertarik pada humaniora untuk mereka yang berkecimpung di bidang teknologi dan saya terlalu tertarik pada teknologi untuk mereka yang berkecimpung di bidang humaniora. Yang saya pelajari adalah bahwa kegagalan untuk mempolarisasi itu sendiri justru cukup mempolarisasi," imbuhnya.




(ask/afr)






Hide Ads