China Juga Siap-siap ke Bulan, Roketnya Diuji Coba

China Juga Siap-siap ke Bulan, Roketnya Diuji Coba

ADVERTISEMENT

China Juga Siap-siap ke Bulan, Roketnya Diuji Coba

Rachmatunnisa - detikInet
Kamis, 08 Sep 2022 16:50 WIB
Roket pembawa Long March 5B Y3 meluncur dari Pusat Peluncuran Luar Angkasa Wenchang di Provinsi Hainan, China selatan.
Roket pembawa Long March 5B Y3 meluncur dari Pusat Peluncuran Luar Angkasa Wenchang di Provinsi Hainan, China selatan. Foto: Li Gang/Xinhua
Jakarta -

China meningkatkan kekuatannya dalam persaingan ke luar angkasa. Siap-siap ke Bulan, China menguji mesin roket terbarunya yang diklaim dua kali lebih kuat dibandingkan pesaingnya, roket milik Amerika Serikat (AS).

"Uji darat dilakukan dengan sangat sukses," kata China Aerospace Science and Technology Corporation, dikutip dari Washington Examiner, Kamis (8/9/2022).

Mesin tersebut akan digunakan untuk meluncurkan roket Long March 9 dan mengantarkan astronaut dalam misi masa depan ke Bulan. Roket Long March adalah seri roket sistem peluncuran yang dapat dibuang.

Nama Long march diambil dari sebuah peristiwa selama Perang Saudara China pada tahun 1934 di mana komunis China yang diperangi menerobos garis musuh nasional dan memulai pertempuran dari markas mereka di China barat daya.

Mesin roket terbaru China dapat menghasilkan kekuatan 25 ton, lebih dari dua kali daya dorong yang dihasilkan oleh RL10, mesin buatan AS yang juga digadang-gadang membawa astronaut AS kembali ke Bulan.

CASC menyebut, uji coba pada hari Senin (5//9) adalah uji coba mesin siklus tertutup terbesar di dunia dan mengklaim itu adalah terobosan besar dalam pengembangan teknologi utama untuk kendaraan peluncuran.

Mesin roket siklus ekspander tertutup diyakini sebagai sumber daya paling efisien untuk perjalanan ruang angkasa manusia karena mesin tersebut dapat mengubah sejumlah kecil bahan bakar hidrogen cair menjadi gas bertekanan tinggi menggunakan panas buangan, yang kemudian memaksa turbin untuk menaikkan tekanan hidrogen dan oksigen di pompa bahan bakar.

Dari sana, gas masuk ke bagian atas ruang bakar dan digunakan sebagai bahan bakar. Ini adalah cara yang jauh lebih efisien daripada proses pembakaran yang sekarang digunakan karena tidak memerlukan roket untuk membawa gas ekstra.

AS dan China bersaing untuk bisa membawa astronautnya ke Bulan. Misi Artemis yang dipimpin NASA, memproyeksikan akan menempatkan astronaut di Bulan pada tahun 2025. Untuk mewujudkannya, NASA membangun roket terkuatnya Space Launch System.

Sementara itu, China dan Rusia bekerja sama untuk membangun stasiun penelitian internasional di Bulan dan menargetkan astronaut mereka sampai ke permukaan Bulan sebelum 2030.



Simak Video "China Kirim Astronaut Generasi Ketiga pada Tahun 2023"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT