Para ahli geologi menemukan sesuatu yang tak terduga dalam batuan purba di gurun-gurun Afrika dan Semenanjung Arab. Temuan tersebut berupa terowongan batu kecil yang teratur dan halus, yang mungkin menjadi petunjuk adanya bentuk kehidupan yang belum pernah diketahui sebelumnya.
Penemuan itu dipublikasikan di Geomicrobiology Journal dan kini menjadi misteri yang memicu diskusi baru dalam ilmu Bumi dan mikrobiologi. Dalam penelitian yang diawali dari pengamatan batu di gurun Namibia, Oman, dan Arab Saudi, para ilmuwan melihat garis-garis terowongan kecil dalam batu marmer dan batu kapur yang tidak sesuai dengan pola erosi atau proses geologi biasa.
Terowongan ini sangat tipis, hanya sekitar setengah milimeter. Namun, sejumlah terowongan terbentang sejajar dan berulang, menunjukkan pola yang rapi dan teratur yang jarang ditemukan dalam fenomena geologi umum.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip dari The Economic Times, temuan ini pertama kali dikemukakan oleh Prof. Cees Passchier, ahli geologi dari Johannes Gutenberg University Mainz, yang selama puluhan tahun meneliti batuan gurun di Namibia.
"Kami terkejut karena terowongan ini jelas bukan hasil dari proses geologi," kata Prof. Passchier.
Selain bentuknya yang tidak biasa, beberapa terowongan mengandung endapan kalsium karbonat dan jejak unsur kimia yang menunjukkan perubahan mineral yang tidak lazim. Ini membuat para peneliti mempertimbangkan kemungkinan bahwa struktur itu dibuat oleh aktivitas biologis, bukan semata oleh kekuatan fisika alam.
Ilmuwan telah mengetahui bahwa mikroba tertentu dapat hidup di dalam batu dan memakan mineral sebagai sumber energi. Namun, bentuk terowongan yang ditemukan kali ini sangat teratur dan terhubung dalam pola tertentu, sehingga menimbulkan pertanyaan, apakah ini hasil dari organisme yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya atau hanya variasi ekstrem dari mikroba endolitik yang sudah dikenal?
Sejauh ini belum ada kepastian apakah makhluk yang membuat terowongan itu masih hidup saat ini atau tidak, pun belum ada nama spesifik untuk organisme yang diduga bertanggung jawab. Namun, penemuan ini memperluas pemahaman tentang apa yang mungkin ada di bawah permukaan Bumi dan memperkaya pencarian ilmiah terhadap kehidupan di lingkungan ekstrem, baik di Bumi maupun dalam pencarian kehidupan di planet lain.
(rns/rns)