Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Fakta Baru Kanibalisme Ular yang Mengejutkan Ilmuwan

Fakta Baru Kanibalisme Ular yang Mengejutkan Ilmuwan


Fino Yurio Kristo - detikInet

Ular bermata kecil ini menggeliatkan ekornya ketika ia dilahap seluruhnya oleh ular bermata kecil yang lebih besar.  -
Foto: Ular bermata kecil ini menggeliatkan ekornya ketika ia dilahap seluruhnya oleh ular bermata kecil yang lebih besar. -
Jakarta -

Sebuah studi baru mengungkapkan bahwa banyak spesies ular ternyata bersifat kanibal, lebih daripada yang diperkirakan sebelumnya. Peneliti Bruna Falcao mengatakan bahwa telah ada lebih dari 500 kasus terdokumentasi di mana ular saling memangsa.

"Sejujurnya ini sangat mengejutkan," kata Falcao, mahasiswa S2 di Universitas Sao Paulo, Brasil, seperti dilaporkan oleh Smithsonian Magazine dan dikutip detikINET.

"Setiap catatan baru memperkuat gagasan bahwa kanibalisme pada ular bukanlah sebuah anomali atau fenomena langka, melainkan sebuah perilaku yang meluas dan relevan secara ekologis yang selama ini terus kita anggap remeh," tambahnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Falcao dan rekan penelitinya, Omar Entiauspe Neto, mahasiswa S3 Universitas Sao Paulo, menerbitkan sebuah studi November 2025 yang melaporkan 503 kasus kanibalisme pada setidaknya 207 spesies ular di 15 famili. Penelitian tersebut memuat catatan mengenai beberapa jenis kanibalisme ular, termasuk di antara pasangan kawin, individu yang masih berkerabat, dan pejantan yang sedang bertarung.

Selain berbagai jenis kanibalisme tersebut, variasi juga ditemukan pada spesies ular berdasarkan letak geografis dan taksonominya.

ADVERTISEMENT

Mengenai spesies ular mana saja yang suka kanibal, kelompok Elapid menyumbang 19% dari kasus terdokumentasi, keluarga Viperidae (mencakup ular beludak) menyumbang 21%, dan kelompok Colubridae menyumbang 29%. Kelompok terakhir ini (Colubridae) sebenarnya tidak dikenal suka memangsa sesama ular. Karena itu, peneliti meyakini ular-ular tersebut beralih ke kanibalisme karena kurangnya sumber makanan lain.

Kelompok Elapid mencakup 390 spesies ular berbisa, termasuk kobra, ular karang, ular laut, ular hitam, ular cokelat, dan ular harimau. Keluarga Viperidae memiliki 200 jenis ular berbisa, seperti ular beludak (viper), pit viper, ular derik, dan adder. Sementara itu, keluarga Colubridae mencakup 2.000 spesies, termasuk ular garter, ular air, ular pucuk (vine snakes), dan ular leher cincin (ringneck snakes).

Ular kawat (blind snakes) adalah satu-satunya kelompok ular utama yang tak punya kasus kanibalisme terdokumentasi. Entiauspe Neto berteori ini terjadi karena rahang bawah ular kawat belum berevolusi dan tetap tidak menyatu, sehingga mencegah mereka memakan spesies ular lain.

"Tidak satu pun dari kami yang menyangka bahwa ular bisa sedemikian kanibal dan tidak ada yang membicarakan hal ini. Semakin banyak kami mencari, makin banyak kasus kami temukan," ujar Falcao.

Falcao mengatakan bahwa meskipun studi ini memberikan wawasan baru mengenai kebiasaan makan ular, masih banyak penelitian lanjutan yang perlu dilakukan.




(fyk/fyk)







Hide Ads
LIVE