Serba Serbi Gurun Sahara yang Lagi Banyak Dicari Orang

Serba Serbi Gurun Sahara yang Lagi Banyak Dicari Orang

ADVERTISEMENT

Serba Serbi Gurun Sahara yang Lagi Banyak Dicari Orang

Rachmatunnisa - detikInet
Senin, 08 Agu 2022 12:18 WIB
gurun
Serba Serbi Gurun Sahara yang Lagi Banyak Dicari Orang. Foto: iStock
Jakarta -

Gurun Sahara tiba-tiba menjadi trending topic pencarian Google sejak akhir pekan lalu. Hal ini disebabkan sebuah unggahan di TikTok yang memperlihatkan hasil pencarian Gurun Sahara Google Maps berisi peta dan gambar yang dianggap tak senonoh.

Saat ini pencarian Gurun Sahara tampaknya sudah kembali normal. Ditelusuri pada Senin (8/8/2022), pencarian Gurun Sahara menampilkan konten yang relevan. Berikut ini adalah segala hal tentang Gurun Sahara yang penting kamu ketahui, dirangkum detikINET dari berbagai sumber.

1. Padang Pasir Terbesar di Dunia

Menurut Ensiklopedia Britania, nama Sahara berasal dari kata Arab 'Ahra' yang berarti gurun. Sahara adalah padang pasir terbesar di dunia, terletak di utara Afrika dan berusia 2,5 juta tahun.

Padang pasir ini membentang dari Samudra Atlantik ke Laut Merah, dari Laut Tengah di utara sampai ke Sahel di sebelah selatan, dari Mauritania di sebelah barat ke Mesir di sebelah timur.

Padang pasir ini membagi benua Afrika menjadi Afrika Utara dan Afrika yang sejatinya kedua wilayah benua ini sangat berbeda, baik secara iklim maupun budaya.

Gurun Sahara adalah salah satu lingkungan paling keras di Bumi, meliputi wilayah seluas 9,4 juta kilometer persegi, mencakup hampir sepertiga dari Benua Afrika.

2. Pernah Ditinggali Manusia

Beberapa ribu tahun lalu, Sahara adalah sabana yang ditinggali manusia. Pada abad ke-3 SM, iklim berubah menjadikan sabana tersebut gersang. Para pemukim kemudian berpindah ke tepi sungai Nil yang sebelumnya berbentuk rawa.

Hal ini diketahui melalui beberapa lukisan-lukisan kuno yang di temukan di beberapa gua di Sahara. Di salah satu lukisannya, terdapat gambar hewan-hewan yang tidak biasanya ditemukan disana, seperti gajah, jerapah, dan beberapa hewan pemakan rumput seperti kuda.

Kondisi alam yang menjadi tandus mengakibatkan tidak ada peninggalan arkeologis yang bertahan di Sahara selain prasasti. Prasasti yang ditemukan pada 2007 mengindikasikan bahwa Sahara pernah menjadi jalur perdagangan di Afrika.

Halaman selanjutnya: Ekosistem di Sahara >>>



Simak Video "Mengenaskan! 20 Jasad Ditemukan Berserakan di Gurun Pasir Libya"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT