Langka, Turun Salju di Gurun Sahara

Langka, Turun Salju di Gurun Sahara

Rachmatunnisa - detikInet
Jumat, 21 Jan 2022 12:40 WIB
Salju di Gurun Sahara
Langka, Turun Salju di Gurun Sahara. Foto: Karim Bouchetta via Daily Mail
Jakarta -

Salju turun di atas hamparan pasir Gurun Sahara karena temperatur turun drastis membuat suhu membeku.

Es menyelimuti bukit pasir yang tandus merupakan fenomena langka di gurun terbesar di dunia tersebut, mengingat suhunya biasanya panas. Fotografer Karim Bouchetata, menangkap gambar menakjubkan dari salju dan es di kota Ain Sefra di barat laut Aljazair kemarin.

Dikutip dari Daily Mail, es menciptakan pola menakjubkan di permukaan pasir, setelah daerah itu bertabur percikan salju turun secara tak terduga.

Ini adalah yang kelima kalinya dalam 42 tahun terakhir terlihat salju di kota tersebut. Sebelumnya, peristiwa serupa terjadi pada 1979, 2016, 2018 dan 2021.

Ain Sefra yang dikenal sebagai The Gateway to the Desert atau gerbang menuju Gurun Sahara, berada sekitar 3.000 kaki di atas permukaan laut dan dikelilingi oleh Pegunungan Atlas.

Gurun Sahara menutupi sebagian besar Afrika Utara dan telah mengalami perubahan suhu dan kelembapan selama beberapa ratus ribu tahun terakhir.

Meskipun Sahara sangat kering saat ini, gurun tersebut diperkirakan akan kembali hijau dalam waktu sekitar 15.000 tahun.

Tahun lalu, terlihat unta dikelilingi salju saat Afrika Utara dicengkeram suhu ekstrem di musim panas dan musim dingin. Kemunculan salju dan es di wilayah gurun memang tidak biasa, tetapi kadang terjadi.

Suhu di gurun bisa turun drastis dalam semalam tetapi salju yang turun biasanya mencair lebih awal pada hari berikutnya.

Dalam kasus seperti yang terlihat bulan ini di Aljazair, sistem tekanan tinggi dari udara dingin telah berpindah ke gurun, menyebabkan suhu yang lebih rendah.

Antisiklon semacam itu cenderung mencapai Arab Saudi dengan bergerak searah jarum jam keluar dari Asia Tengah, mengambil uap air dalam perjalanan yang mendingin membentuk salju.

Pada Januari 2022 dan 2021, salju turun ke Gurun Sahara dan Arab Saudi, tetapi ini bukan pertama kalinya wilayah panas yang biasanya terik ini diselimuti warna putih. Suhu di wilayah ini biasanya berkisar dari 12 derajat celcius pada bulan Januari, bulan terdingin, hingga mendekati 40 derajat celcius pada bulan Juli.

Sementara wilayah Asir di Arab Saudi mengalami hujan salju pertama dalam setengah abad Januari lalu, salju telah melanda tempat lain di kerajaan gurun pasir dalam beberapa tahun terakhir.

Pada tahun 2020, suhu turun di bawah titik beku di wilayah pegunungan barat laut negara itu termasuk Tabuk, ketika badai salju mendorong para pejabat untuk memperingatkan penduduk agar tetap hangat. Setahun sebelumnya, salju turun di bulan April.



Simak Video "Langit Spanyol Berubah Jadi Oranye Akibat Badai Celia"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)