Matahari Mau Diredupkan, Para Ilmuwan Ramai Teriak

Matahari Mau Diredupkan, Para Ilmuwan Ramai Teriak

Fino Yurio Kristo - detikInet
Jumat, 21 Jan 2022 06:45 WIB
Pemandangan matahari terbenam kerap dinanti wisatawan saat berkunjung ke pantai. Seperti foto ini yang menampilkan matahari terbenam di Tanjung Kasuari, Papua.
Matahari mau diredupkan. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Dalam rangka mengantisipasi perubahan iklim, berbagai solusi dikemukakan, salah satunya adalah upaya meredupkan Matahari. Akan tetapi para ilmuwan ini teriak menentang karena menganggapnya berbahaya.

Secara teori, inti dari gagasan ini adalah memantulkan kembali cahaya Matahari ke angkasa dengan bahan kimia aerosol. Proses skala besarnya yang disebut solar geoengineering, mungkin akan digunakan seandainya di masa depan, terdapat area dengan luas signifikan di Bumi yang terlampau panas untuk ditinggali.

Nah, sebanyak 60 ilmuwan dan pakar kebijakan publik baru saja menandatangani surat terbuka yang meminta pemerintah untuk melarang solar engineering semacam itu.

"Kami meminta pemerintah dan PBB untuk mengambil kontrol politik yang efektif dan segera terhadap perkembangan teknologi solar engineering ini," kata mereka yang dikutip detikINET dari Futurism.

Mereka menyebut berbagai macam konsekuensi negatif seandainya teknik meredupkan Matahari diimplementasikan. Apalagi riset terhadap teknologi ini dipandang belum cukup memadai.

"Dampaknya mungkin akan bervariasi di wilayah-wilayah, di saat pendinginan buatan ini akan lebih berimbas di beberapa area dibandingkan yang lain," papar mereka.

"Terdapat pula ketidakpastian tentang dampaknya pada pola cuaca regional, pertanian dan terhadap kebutuhan mendasar pada makanan dan minuman," tambah mereka.

Dicemaskan juga bahwa justru yang akan mengalami dampak paling parah adalah para warga miskin. Terlebih, penerapan teknologi meredupkan Matahari mungkin susah dikontrol dan bisa jadi akan menguntungkan orang kaya saja.

Teknologi meredupkan Matahari ini memang didukung pentolan teknologi besar. Proyek menangkis sinar Matahari yang disebut sebagai Stratospheric Controlled Perturbation Experiment ini misalnya digagas oleh akademisi Harvard dan didanai sebagian oleh Harvard University Solar Geoengineering Research Program (SGRP), lembaga yang dimodali Yayasan Bill Gates.

Halaman selanjutnya, uji coba ditunda karena berbahaya>>>