Ngeri! Awan di Planet Lain Bukan Uap Air, Tapi Pasir

ADVERTISEMENT

Ngeri! Awan di Planet Lain Bukan Uap Air, Tapi Pasir

Rachmatunnisa - detikInet
Kamis, 21 Jul 2022 14:46 WIB
Planet baru GJ 367b, eksoplanet yang ditutupi lava panas bersuhu 1.400 derajat Celcius. Besi dan batu meleleh di suhu sepanas itu.
Ilustrasi exoplanet panas. Foto: SPP 1992 (Patricia Klein)
Jakarta -

Sekelompok astronom mempelajari planet kerdil untuk mengetahui bagaimana exoplanet panas membentuk awan pasir. Mereka menemukan bahwa awan pasir hanya bisa ada dalam kisaran suhu yang sempit.

Di Bumi, awan mengandung air adalah kejadian yang umum. Untuk planet kita, pembentukan awan adalah proses yang relatif mudah. Sumber air tersedia dalam bentuk padat maupun cair di permukaan Bumi.

Terkadang, air menjadi terlalu panas dan menguap, berubah menjadi gas yang mengambang bebas di atmosfer, tapi kemudian mendingin dan terperangkap, membentuk awan.

Bumi dapat melakukan proses ini karena memiliki suhu yang tepat. Dengan suhu dan susunan kimia yang berbeda, planet lain dapat membentuk awan jenis lain. Misalnya, Jupiter terkenal dengan lapisan awannya yang kaya akan amonia.

Dikutip dari Universe Today, Kamis (21/7/2022) para astronom telah lama menduga bahwa beberapa planet ekstrasurya membentuk awan silikat, mineral yang sama yang membentuk pasir dan bebatuan di kerak Bumi. Proses pembuatan awan pasir sama dengan pembuatan awan air, hanya saja suhu lebih tinggi.

Untuk menyelidiki hal ini lebih lanjut, tim astronom mempelajari data lama dari Teleskop Luar Angkasa Spritzer yang sudah pensiun. Mereka melihat brown dwarf, kelas objek astronomi yang berada di antara planet dan bintang. Yang paling penting untuk penelitian ini, brown dwarf secara alami cukup panas untuk mendukung awan pasir.

Studi sebelumnya telah menunjukkan tanda-tanda deteksi awan pasir, tetapi tidak menemukan apa pun yang konklusif. Dalam penelitian baru, para astronom mengelompokkan pengukuran individu brown dwarf bersama-sama dan menggabungkan data.

Dengan data gabungan, astronom menemukan bukti konklusif untuk keberadaan awan pasir di brown dwarf. Tetapi brown dwarf hanya mendukung awan pasir jika mereka memiliki suhu lebih dingin dari 1.700 derajat Celcius dan lebih hangat dari 1.000 Celcius.

Jika brown dwarf terlalu dingin, silikat tidak dapat menguap, dan jika terlalu hangat, silikat dapat mengembun menjadi awan. Beberapa exoplanet berada dalam kisaran suhu yang sama, dan berdasarkan penelitian ini, para astronom percaya bahwa planet tersebut kemungkinan juga memiliki awan pasir.



Simak Video "'Awan Gua' Langka Ditemukan di China Selatan"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT