Seperti Ini Pakaian Untuk Tinggal di Bulan dan Mars

ADVERTISEMENT

Seperti Ini Pakaian Untuk Tinggal di Bulan dan Mars

Rachmatunnisa - detikInet
Kamis, 21 Jul 2022 08:40 WIB
Baju di Bulan
Seperti Ini Pakaian Astronaut yang Tinggal di Bulan dan Mars. Foto: Collins Aerospace
Jakarta -

Cepat atau lambat, manusia akan menginjakkan kaki lagi di Bulan, mungkin pada pertengahan dekade ini jika program Artemis NASA berjalan sesuai rencana. Dari banyaknya persiapan, salah satunya adalah membuat pakaian khusus untuk tinggal di sana.

Sejak 2007, NASA telah menghabiskan sekitar USD420 juta untuk desain baju baru tanpa benar-benar memakai pakaian tersebut. Akhirnya, setelah semua upaya yang gagal itu, bulan lalu NASA mengumumkan telah memilih dua perusahaan untuk membuat baju astronaut generasi berikutnya yang bisa dipakai untuk tinggal di Bulan, bahkan Mars.

Kedua perusahaan itu, Axiom Space asal Texas dan Collins Aerospace yang berkantor di North Carolina, masing-masing akan secara independen mengembangkan pakaian antariksa baru sebagai bagian dari kontrak Exploration Extravehicular Activity Services (xEVAS) NASA.

Dikutip dari Scientific American, NASA telah menganggarkan total USD3,5 miliar hingga 2034 untuk pekerjaan kolaborasi ini, dan berencana untuk membeli setelannya dari kedua perusahaan.

Setelah pakaian ini dijajal di orbit Bumi, mereka akan digunakan untuk pendaratan Artemis pertama, yang saat ini dijadwalkan pada tahun 2025. Misi yang dijuluki Artemis III ini akan menampilkan dua astronaut, satu pria dan satu wanita, yang akan mengenakan pakaian dari Axiom dan Collins untuk menjelajah ke permukaan Bulan.

"Ini adalah hari bersejarah bagi kami. Sejarah akan dibuat dengan pakaian ini ketika kita sampai ke Bulan," kata Vanessa Wyche, direktur Johnson Space Center NASA, dalam konferensi pers pada 1 Juni.

Pemilihan Axiom dan Collins ini berdasarkan seleksi yang diadakan NASA untuk proposal pakaian antariksa baru karena pakaian Extravehicular Mobility Unit (EMU) yang digunakan di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) terlalu besar dan kaku untuk penjelajahan permukaan Bulan.

Lebih dari 40 perusahaan mendaftar, termasuk SpaceX dan Blue Origin. Namun, hanya Axiom dan Collins yang rampung mengajukan proposal pada batas waktu Desember 2021.

Baju di BulanPengujian pakaian untuk di Bulan Foto: Collins Aerospace

Syarat pakaian di Bulan

NASA memiliki sejumlah standar tinggi, beberapa di antaranya belum pernah terjadi sebelumnya. Misalnya, pakaian tidak boleh membuat astronaut mendengar suara di atas 115 desibel, sebanding dengan suara yang dihasilkan oleh orang yang meniup daun.

Pakaian juga harus cukup kokoh untuk mengurangi kemungkinan mikrometeoroid menembus bagian luar. Kemudian, belajar dari pengalaman pendaratan Apollo 11 di mana astronaut kesulitan memalu tiang ke medan Bulan, maka setelan baju yang baru harus menyertakan alat untuk membantu anggota kru Artemis membawa dan memasang bendera.

Baju di BulanBaju untung tinggal di Bulan Foto: Axiom Space

Dan kondisi perut yang bergejolak, pakaian itu entah bagaimana harus bisa membersihkan hingga setengah liter muntahan dari mata, hidung, dan mulut seorang penjelajah Bulan jika mereka muntah di dalam helm mereka.

Pakaian itu juga harus tetap berfungsi setelah ditinggalkan di permukaan Bulan hingga tiga tahun. Ini dapat memungkinkan astronaut pada misi berikutnya mengunjungi kembali lokasi pendaratan sebelumnya dan menggunakan kembali pakaian yang ditinggalkan daripada harus membawa pakaian sendiri dari Bumi.



Simak Video "Melihat Uji Coba Robot Luar Angkasa di Gunung Berapi Eropa"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT