Mengerikan, Ratusan Jasad Hilang Selamanya di Es Antartika

ADVERTISEMENT

Mengerikan, Ratusan Jasad Hilang Selamanya di Es Antartika

Fino Yurio Kristo - detikInet
Jumat, 01 Jul 2022 16:12 WIB
Perubahan iklim: Gletser terbesar di Antartika meleleh dengan cepat dan dapat pecah dalam 5-10 tahun, kata ilmuwan
Benua Antartika. Foto: BBC Magazine
Jakarta -

Antartika jelas bukan benua yang ramah. Dinginnya luar biasa dan angin kencang menyambar-nyambar, padang es-nya pun kadang tak stabil. Maka cukup banyak korban jiwa yang jasadnya mungkin takkan pernah ditemukan.

Ya, para ilmuwan dan petualang menempuh risiko tinggi jika mau pergi ke Antartika. Mereka yang meninggal ada yang hilang selamanya karena sukar untuk ditemukan. Bahkan diestimasi, ada ratusan jasad beku terjebak di lapisan es Antartika dari berbagai misi yang celaka.

"Beberapa baru ditemukan setelah beberapa dekade atau bahkan lebih dari satu abad kemudian," tulis kolumnis sains BBC, Marta Henriques yang dikutip detikINET, Jumat (1/7/2022).

"Akan tetapi banyak yang hilang tidak akan pernah ditemukan, terkubur begitu dalam di lapisan es atau jurang dalam di Antartika sehingga mereka tidak akan pernah muncul. Atau, jasad itu bergerak menuju lautan bersama gletser dan es," paparnya.

Di wilayah ekstrem Bumi, hal itu jamak terjadi. Sebagai perbandingan, diestimasi ada lebih dari 200 jasad berada di Gunung Everest. Mereka adalah para pendaki yang menjadi korban.

Antartika sendiri adalah tempat paling dingin, paling kering dan paling berangin di muka Bumi. Bahkan ilmuwan pernah menemukan ratusan bangkai penguin yang diduga dahulu mati karena dilanda salju begitu tebal.

Salah satu misi yang celaka di Antartika adalah British Antarctic Expedition antara tahun 1910 sampai 1913. Petualang Inggris, Robert Falcon Scott dan empat timnya berharap menjadi yang pertama bisa mencapai Kutub Selatan pada tahun 1912.

Halaman selanjutnya, korban jiwa di Antartika>>>

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT