Jangan Rogoh Stupa Candi Borobudur, Kepala Bisa Tersangkut!

ADVERTISEMENT

Eureka!

Jangan Rogoh Stupa Candi Borobudur, Kepala Bisa Tersangkut!

Aisyah Kamaliah - detikInet
Kamis, 30 Jun 2022 05:44 WIB
Candi Borobudur. Foto diambil pada Selasa (14/6/2022).
Jangan Merogoh Stupa di Candi Borobudur! Foto: Eko Susanto/detikJateng
Jakarta -

Candi Borobudur merupakan salah satu tempat yang paling populer dikunjungi oleh orang-orang. Tapi ternyata, tidak semua orang tahu bahwa kegiatan merogoh stupa Candi Borobudur atau Kunto Bimo dilarang karena membahayakan kelestarian sang cagar budaya dan juga keselamatan pengunjung.

Aktivitas merogoh stupa candi dipercaya bisa mengabulkan harapan. Pakar pengkaji pelestari Borobudur, Brahmantara dari Balai Konservasi Borobudur mengatakan kegiatan ini pun sudah cukup lama dilakukan, sejak zaman dahulu dokumentasinya juga ada. Padahal itu hanya sebatas mitos belaka.

"Kalau saya pribadi tidak tahu secara persis kapan mulainya aktivitas merogoh Kunto Bimo ini. Dari foto-foto lama pun sebenarnya sudah ada, ada yang beredar di dunia maya (latarnya) benar-benar pada saat zaman dahulu," menurut Brahmantara, di acara 'Eureka! Edisi 6: Rahasia Borobudur', Senin (27/6/2022).

Menurut Bram, mitos kerap kali menghampiri Candi Borobudur sejak awal penemuannya. Ketika mitos-mitos ini beredar di masyarakat dan harapannya terkabul setelah melakukan kegiatan merogoh ini -- meski tidak tahu kebetulan atau tidak -- cerita ini pun tersampaikan ke berbagai elemen masyarakat. Mulai viral lah kegiatan merogoh stupa Candi Borobudur.

Akan tetapi, perlu dicatat nih detikers, karena ternyata aktivitas merogoh Kunto Bimo di Candi Borobudur sudah dilarang! Ini dikarenakan sejumlah aspek pertimbangan.

"Dari aspek pelestarian, kami melihat ini sebagai sesuatu yang mengancam. Nggak cuma satu orang, katakanlah tiap harinya ada 20 orang yang dia merogoh. Ketika merogoh, kan menggesek ya material batuannya, itu akan aus. Orang yang kurang begitu tinggi juga mungkin akan menempatkan kakinya pada bagian yang bukan lantai (demi bisa merogoh -- red)," jabar Bram.

Selain itu, dari aspek visual etika juga tidak sesuai dengan Arupadatu yang merupakan tingkat menuju kesempurnaan. Setelah berproses lama, akhirnya diputuskanlah larangan ini ditambah dengan tim pengaman yang ditempatkan untuk mencegah aktivitas merogoh.

Menurut dia, pernah ada satu kejadian dimana pengunjung yang nekat merogoh stupa Candi Borobudur mengalami kejadian apes. Kepalanya masuk ke lubang stupa dan tidak bisa dikeluarkan.

"Sekitar tahun berapa saya kurang ingat, ada anak SD yang melakukan aktivitas seperti itu. Akhirnya kepalanya masuk. Kami di Balai Konservasi Borobudur kebingungan, tapi akhirnya bisa dikeluarkan," ceritanya menutup perbincangan.



Simak Video "Rahasia Borobudur"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT