Manusia Purba Kuasai Api 1 Juta Tahun Lalu

ADVERTISEMENT

Manusia Purba Kuasai Api 1 Juta Tahun Lalu

Rachmatunnisa - detikInet
Jumat, 17 Jun 2022 17:12 WIB
Ilustrasi Api
Manusia Purba Jinakkan Api 1 Juta Tahun Lalu. Foto: Getty Images/iStockphoto/OlgaMiltsova
Jakarta -

Bisa menguasai api ibarat membuka jalan ke dunia baru bagi manusia purba. Api memungkinkan manusia mendapatkan lebih banyak nutrisi lewat memasak, menjadikan waktu-waktu yang biasanya gelap tak ada cahaya jadi lebih bermanfaat, hingga bertahan dari migrasi ke iklim yang lebih dingin.

Bagaimana dan kapan penjinakkan api oleh manusia purba terjadi, sebelumnya tidak ada yang mengetahui secara pasti. Namun bukti berupa potongan-potongan bahan yang terbakar, mengisyaratkan bahwa penjinakan api oleh manusia mungkin telah dimulai 1,5 juta tahun yang lalu.

Ilmuwan menggunakan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk mendeteksi petunjuk tersembunyi api unggun dari situs zaman Paleolitik Bawah di Israel, yang berasal dari sekitar 1 juta tahun yang lalu.

Mengidentifikasi api di situs arkeologi biasanya bergantung pada petunjuk visual seperti tanah yang memerah, perubahan warna, lengkungan, retakan, hingga menyusutnya material.

Dalam studi baru, para peneliti menggunakan pengukur spektroskopi yang dapat mendeteksi perubahan kimia kecil yang dianalisis dengan algoritma pembelajaran mendalam, yang dapat memperkirakan paparan batu dan fosil terhadap panas.

Arkeolog Zane Stepka dari Kimmel Center for Archaeological Science di Israel dan rekan-rekannya menggunakan spektroskopi ini pada artefak batu dari sebuah situs di Israel, bertanggal antara 1,0 dan 0,8 juta tahun yang lalu.

Dikutip dari Science Alert, Jumat (17/6/2022) artefak itu ditemukan di samping fosil hewan di dalam pasir kuning-abu-abu yang berada di atas lempung merah. Tidak ada indikasi visual yang jelas tentang penggunaan api di lokasi ini.

Tapi, termometer AI mengungkapkan adanya tanda-tanda kimia halus, menunjukkan sejumlah alat-alat batu dan potongan gading telah dipanaskan ke berbagai suhu, bahkan beberapa lebih besar dari 400 derajat Celcius. Ini menunjukkan bahwa mereka telah melakukan kontak dengan api.

Namun para peneliti juga mengingatkan bahwa mereka tidak dapat sepenuhnya mengesampingkan adanya kebakaran hutan karena lokasinya berada di lokasi terbuka. Namun pengelompokan alat dan tulang menunjukkan hominin (manusia purba) awal sebenarnya sudah mengendalikan dan memanfaatkan api.

Sebelumnya, diperkirakan bahwa penggunaan api oleh hominin sebelum masa sekitar 150 ribu tahun yang lalu hanyalah oportunistik, seperti burung raptor Australia yang sengaja menyebarkan api untuk membantu mengeluarkan mangsa. Tetapi jika kebakaran ini memang terbatas pada tempat perkemahan, temuan ini menunjukkan sebaliknya.

Hanya segelintir situs arkeologi yang menampilkan tanda-tanda artefak manusia purba di samping bukti api, dan ini menambah bobot gagasan bahwa nenek moyang kita sudah memanfaatkan teknologi yang kuat ini pada masa itu.

Disebutkan para peneliti, penggunaan lebih lanjut dari teknik baru penelitian ini dapat membantu kita mengungkapkan lebih banyak tentang kapan dan bagaimana manusia menguasai api.

"Meneliti kembali artefak yang digali dari situs Paleolitik Bawah lainnya, termasuk yang terletak di Levant, berpotensi memperluas pemahaman spatiotemporal kita tentang hubungan antara hominin awal dan api," kata tim ilmuwan tersebut.



Simak Video "Rayakan Agustusan! Beli Tiket Kereta Api Mulai Rp 17 Ribu"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT