Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Hujan Masih Dominan, Ini Prakiraan Cuaca BMKG 27 Februari-5 Maret 2026

Hujan Masih Dominan, Ini Prakiraan Cuaca BMKG 27 Februari-5 Maret 2026


Rachmatunnisa - detikInet

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, sebagian wilayah Indonesia telah resmi memasuki musim hujan 2025. Puncak musim hujan diperkirakan berlangsung mulai November 2025 hingga Februari 2026.
Foto: Rengga Sancaya/detikcom
Jakarta -

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca nasional periode 27 Februari hingga 5 Maret 2026, dengan sorotan utama masih pada dominan hujan di banyak wilayah Indonesia. Kondisi ini berkaitan dengan dinamika atmosfer yang masih aktif pada fase akhir musim hujan.

Dalam unggahan terbarunya, BMKG menjelaskan bahwa sejumlah faktor atmosfer skala regional dan global masih bekerja secara bersamaan, sehingga mendukung pertumbuhan awan hujan di sebagian besar wilayah Tanah Air.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

[Gambas:Instagram]

ADVERTISEMENT

Dinamika Atmosfer Masih Aktif

BMKG mencatat, periode akhir Februari hingga awal Maret 2026 masih dipengaruhi oleh Monsun Asia yang membawa massa udara lembap dari Asia menuju Indonesia. Aliran udara ini memperkuat pembentukan awan konvektif, terutama di wilayah barat dan tengah Indonesia.

Selain itu, aktivitas gelombang ekuator, seperti Gelombang Kelvin, turut terpantau aktif melintasi wilayah Indonesia. Gelombang ini dikenal mampu meningkatkan proses pembentukan awan hujan, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa.

Kombinasi faktor tersebut menyebabkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpeluang terjadi, bahkan disertai cuaca ekstrem dalam skala lokal.

Wilayah Berpotensi Hujan Lebat

Menurut BMKG, berikut sejumlah wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan selama periode 27 Februari-5 Maret 2026:

  • Pulau Sumatra: hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi di beberapa provinsi bagian tengah dan selatan
  • Pulau Jawa: hujan dengan intensitas bervariasi, disertai potensi petir dan angin kencang
  • Kalimantan: hujan lebat berpeluang terjadi di wilayah tengah dan selatan
  • Sulawesi: potensi hujan signifikan terutama di bagian selatan dan tengah
  • Bali dan Nusa Tenggara: hujan masih berpeluang terjadi meski mulai menunjukkan transisi musiman
  • Maluku dan Papua: hujan lebat lokal masih berpotensi muncul, terutama di wilayah pegunungan

Selain hujan, BMKG juga mengingatkan potensi angin kencang dan peningkatan gelombang laut di beberapa perairan Indonesia, terutama di wilayah selatan Jawa hingga Nusa Tenggara.

Waspada Risiko Hidrometeorologi

BMKG menekankan bahwa kondisi cuaca tersebut dapat meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, serta gangguan transportasi darat, laut, dan udara.

Dengan demikian, masyarakat diimbau untuk menghindari aktivitas di wilayah rawan longsor saat hujan lebat, waspada terhadap genangan dan banjir di kawasan perkotaan, memantau prakiraan cuaca harian dan peringatan dini dari kanal resmi BMKG

BMKG mengingatkan bahwa prakiraan mingguan bersifat dinamis, sehingga masyarakat disarankan untuk terus memperbarui informasi cuaca melalui situs resmi BMKG, aplikasi cuaca BMKG, dan berbagai media sosial resmi BMKG.

Langkah ini penting agar masyarakat dapat menyesuaikan aktivitas harian dan mengurangi risiko dampak cuaca ekstrem selama periode akhir Februari hingga awal Maret 2026.




(rns/rns)
TAGS





Hide Ads