Bukan UFO, Alien Mungkin Tumpangi Planet untuk Jelajahi Antariksa

ADVERTISEMENT

Bukan UFO, Alien Mungkin Tumpangi Planet untuk Jelajahi Antariksa

Virgina Maulita Putri - detikInet
Selasa, 07 Jun 2022 06:45 WIB
alien
Bukan UFO, Alien Mungkin Tumpangi Planet untuk Jelajahi Antariksa Foto: istimewa
Jakarta -

Selama ini, teori soal kedatangan alien pasti dibarengi dengan kehadiran UFO sebagai kendaraannya. Kini, seorang peneliti mengajukan teori baru yang cukup mengejutkan yaitu alien bisa saja menumpang planet yang mengambang bebas untuk menjelajahi antariksa.

Konsep 'penumpang kosmik' ini merupakan hasil pemikiran Irina Romanovskaya, seorang dosen fisika dan astronomi di Houston Community College, lewat studinya yang diterbitkan di International Journal of Astrobiology.

"Hampir 10 tahun yang lalu, ketika membaca tentang penemuan planet yang mengambang bebas, saya memikirkan skenario hipotetis tentang planet yang mengambang bebas mendekati Tata Surya," kata Romanovskaya, seperti dikutip dari Vice, Senin (6/6/2022).

"Tidak ada lampu lintas di galaksi. Jika Tata Surya kebetulan berada di tengah jalan planet yang mengambang bebas, planet itu tidak akan berhenti di lampu merah. Planet itu akan terbang melewati Tata Surya. Kemungkinan terjadinya event seperti itu akan bergantung pada berapa banyak planet mengambang bebas di galaksi kita, yang saat itu masih dalam estimasi," sambungnya.

Kini, ilmuwan memperkirakan ada puluhan miliar planet yang mengambang bebas karena keluar dari sistem bintangnya akibat interaksi dengan objek lainnya. Planet-planet seperti ini sulit ditemukan karena tidak ada cahaya dari bintang di dekatnya untuk meneranginya.

Romanovskaya mengatakan planet-planet ini mungkin masih bisa dihuni, terutama jika memiliki lautan di bawah permukaan. Planet seperti ini memang diperkirakan ada di tata surya kita.

Planet juga memiliki lebih banyak keuntungan dibandingkan pesawat biasa seperti UFO yang harus dibangun dengan susah payah oleh alien penjelajah luar angkasa. Romanovskaya mengatakan planet sudah memiliki sumber daya alam seperti air dan logam berharga yang bisa mentenagai perjalanan ini.

Habitat alami di planet ini juga bisa menjadi tameng yang efektif untuk menangkal radiasi di luar angkasa, dan gravitasi yang sudah ada bisa membuat alien tidak perlu mengembangkan gravitasi buatan.

Romanovskaya juga memberikan cara untuk mencari alien yang mungkin mengikuti perjalanan antar planet seperti ini. Misalnya dengan mencari tanda radiasi elektromagnetik tidak biasa di sekitar planet yang mengambang bebas.

Spesies alien yang sudah memahami perjalanan seperti ini juga bisa saja meninggalkan 'technosignatures' dalam rutenya, di mana jejak ini bisa diikuti dan diidentifikasi dari Bumi.

Teleskop James Webb yang baru diluncurkan juga bisa mendeteksi radiasi inframerah, yang mungkin saja dipancarkan oleh planet mengambang bebas yang sudah diubah oleh alien menjadi pesawat luar angkasa.

Tidak hanya peradaban alien, Romanovskaya mengatakan teori seperti ini juga bisa diterapkan oleh manusia di Bumi. Jika suatu saat matahari sudah mulai sekarat, manusia bisa saja mencegat planet yang lewat dan menumpanginya untuk menuju kehidupan yang baru.

"Beberapa populasi manusia mungkin juga memutuskan untuk pindah ke sistem planet lain untuk memperluas kehadiran peradaban kita di galaksi. Atau, manusia dapat mengirim sejumlah besar teknologi untuk menjelajahi bintang dan ruang luar angkasa," pungkasnya.



Simak Video "UFO, Alien, dan Kehidupan di Luar Bumi"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/afr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT