Tak Hanya Aare, Sungai di Jerman Dulu Kotor Disulap Jadi Jernih

ADVERTISEMENT

Tak Hanya Aare, Sungai di Jerman Dulu Kotor Disulap Jadi Jernih

Fino Yurio Kristo - detikInet
Senin, 30 Mei 2022 14:48 WIB
Tampak dari kejauhan kemegahan Burg Katz yang berada disisi sungai Rhine di Sank Goarshausen, Jerman.
Sungai Rhine. Foto: Getty Images/Andreas Rentz
Jerman -

Jika berkunjung ke Eropa, terutama Eropa Barat, turis biasanya terkagum dengan kualitas air sungai atau danau yang jernih. Padahal dahulu, tidak begitu keadaannya di mana sempat terjadi polusi yang sangat parah, seperti di Sungai Rhine.

Aare, sungai terpanjang di Swiss yang jadi berita karena menjadi lokasi hilangnya anak Ridwan Kamil, dulu kumuh penuh polusi di tahun 1960-an. Upaya besar dari pemerintah dan warga dengan membangun sistem pembuangan limbah membuat Aare bertransformasi menjadi sebening sekarang.

Tak hanya di Swiss, sungai di Jerman pun dulu tidak bersih. Sungai terpanjang di Jerman, Rhine, terkenal karena keindahannya, dihiasi kastil dan pedesaan hijau. Namun dahulu, Rhine adalah sungai kumuh dalam waktu lama.

Seperti dikutip detikINET dari Deutsche Welle, Senin (30/5/2022) aliran Sungai Rhine ini dimulai dari Swiss yaitu Sungai Aare. Setelah menjadi Sungai Rhine, ia melewati Kota Basel, lalu mengalir ke Jerman dan Belanda, untuk kemudian berakhir di laut utara.

Nah pada tahun 1986, terjadi kebakaran di ruang penyimpanan perusahaan farmasi Sandoz di Basel, Swiss. Akibatnya, banyak sekali pestisida mengalir deras ke Rhine, membunuh banyak ikan dan organisme mikro. Sungai itu pun dijuluki selokan terbesar yang kotor.

Fritzh Holwartz selaku kepala International Commission for the Protection of the Rhine mengatakan bahwa bencana itulah yang memicu munculnya kesadaran tentang kesehatan Sungai Rhine dan bagaimana agar perairan ini bisa pulih kembali.

Halaman selanjutnya, transformasi besar sungai Rhine>>>

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT