Fenomena Aneh Hiu Langka Huni Kawah Gunung Berapi

Fenomena Aneh Hiu Langka Huni Kawah Gunung Berapi

ADVERTISEMENT

Fenomena Aneh Hiu Langka Huni Kawah Gunung Berapi

Rachmatunnisa - detikInet
Jumat, 20 Mei 2022 20:56 WIB
gunung berapi
Foto: NASA
Jakarta -

Pada 2015, sebuah ekspedisi dilakukan untuk menyelidiki gunung berapi bawah laut Kavachi di Kepulauan Solomon. Gunung berapi itu baru-baru ini memiliki aktivitas yang tenang, sehingga memungkinkan untuk dijelajahi di dalam kawah aktif.

Dalam kondisi ekstrem air asam yang mengandung belerang tingkat tinggi di atas gunung berapi aktif, ditemukan lebih banyak kehidupan daripada yang diduga sebelumnya.

Selain spesies mikroba yang tumbuh subur dengan belerang, mereka menemukan dua spesies hiu, yaitu hiu martil dan hiu sutra, yang hidup di kawah gunung berapi. Temuan mereka dipublikasikan pada 2016 di jurnal Oceanography.

"Populasi hewan 'agar-agar', ikan kecil, dan hiu diamati terdapat di dalam kawah aktif," tulis tim dalam makalah mereka, seperti dikutip dari IFL Science.

"Temuan ini menimbulkan pertanyaan baru tentang ekologi gunung berapi bawah laut aktif dan lingkungan ekstrem di mana hewan laut besar bisa eksis," sebut mereka.

Tim tersebut menjuluki gunung berapi itu sebagai "Sharkcano", mengingat banyaknya hiu yang tampaknya hidup bahagia di perairan yang panas dan asam. Untuk diketahui, Kavachi terletak sekitar 24 kilometer selatan Pulau Vangunu.

gunung berapiFoto: NASA

"Dua spesies hiu, hiu martil bergigi Sphyrna lewini dan hiu sutra Carcharhinus falciformis, mendekati kamera berumpan beberapa kali dalam pola agresif. Dalam beberapa kasus, hiu tampak berenang dari kedalaman yang lebih dalam di dalam kawah," kata para peneliti.

Gambar satelit dari NASA menunjukkan, gunung berapi bawah laut Kavachi meletus sekali lagi. Diambil oleh Operational Land Imager-2 pada satelit Landsat 9, gambar menunjukkan gumpalan besar air berubah warna pada 14 Mei 2022, memancar dari gunung berapi.

Menurut Smithsonian Global Volcanism Program, gunung berapi tersebut mengalami lebih banyak aktivitas akhir-akhir ini, dimulai dengan perubahan warna air yang keluar dari gunung tersebut pada Oktober 2021.

Sejak letusan pertama yang tercatat di lokasi tersebut pada tahun 1939, gunung berapi tersebut telah meletus hampir terus-menerus, meskipun ada beberapa periode relatif tidak aktif. Letusan besar terakhir yang terlihat dari terjadi pada tahun 2014.



Simak Video "Penampakan Dua Hiu Tutul Mati di Pantai Wonocaki Pacitan"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT