Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Orang Belanja 30% Lebih Banyak Saat Scrolling di IG, Facebook dan WA

Orang Belanja 30% Lebih Banyak Saat Scrolling di IG, Facebook dan WA


Aisyah Kamaliah - detikInet

Ilustrasi belanja online
Meta mengungkap fakta bahwa orang-orang 30% keluar lebih banyak uang ketika scroll di platform Meta yakni Instagram, Facebook dan WhatsApp. Foto: Shutterstock
Jakarta -

Ternyata orang-orang cenderung 30% keluar lebih banyak uang saat scroll di platform Meta. Fakta lainnya, orang Asia-Pasifik lebih banyak berbelanja ketimbang wilayah lain.

"Ada 3,6 miliar orang yang menggunakan aplikasi kami setiap harinya. Jumlah yang sangat besar. Itu berarti hampir separuh penduduk bumi sudah memeriksanya bahkan sebelum sarapan. Namun, inilah yang sebenarnya terjadi di balik layar. Kami memanfaatkan AI untuk meningkatkan kualitas secara signifikan dan menampilkan iklan yang memang ingin dilihat oleh pengguna," kata Ben Joe Vice President Meta Asia Pasific.

Di acara 'Virtual briefing APAC Meta Business Updates 2026', Kamis (13/8/2026), dikatakan bahwa lebih dari 9 juta usaha kecil kini menggunakan perangkat kreatif berbasis AI Meta. Kawasan Asia Pasifik memegang peranan sangat besar dalam perkembangan ini. Di sinilah wajah belanja daring sedang dibentuk ulang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

"Alih-alih berteriak di tengah keramaian dengan harapan ada yang mendengarkan, kita justru membisikkan hal yang tepat kepada orang yang tepat pada saat yang tepat," ujar Joe.

Kalau di luar negeri ada yang namanya Black Friday, di Asia-Pasifik kita punya tanggal kembar 12.12. Nyatanya, kita belanja lebih banyak dengan persentase 69%, dibandingkan Black Friday yang hanya 49%.

"Konsumen yang berbelanja selama musim liburan di kawasan Asia-Pasifik lebih cenderung beralih ke media sosial untuk mencari inspirasi dibandingkan konsumen di wilayah lain di dunia. Media sosial menjadi sumber inspirasi bagi para pembeli di Asia-Pasifik. Selain itu, ketika orang menemukan suatu produk melalui platform Meta, mereka membelanjakan uang 30% lebih banyak daripada rata-rata," tuturnya.

Potensi Affiliate di Platform Meta

Walaupun iklan di Meta menjamin, kini content creator lagi mendapat banyak sorotan. Di kawasan Asia-Pasifik, orang lebih mempercayai ulasan produk dari para kreator dibandingkan di wilayah lain mana pun di dunia; bahkan angkanya 6 poin lebih tinggi daripada rata-rata global.

"Coba pikirkan ini. Orang biasanya tidak memedulikan iklan-iklan yang muncul di sisi halaman web. Namun, jika seorang kreator berkata, hei, saya sudah mencoba ini dan produk ini mengubah hidup saya. Anda justru akan mengeklik tautan tersebut. Inilah fenomena yang sedang terjadi dalam skala besar," terangnya.

Ternyata, pertumbuhan kreator yang mulai bergabung dengan affiliate pun meningkatkan tajam. Lebih dari 10 juta kreator di wilayah Asia-Pasifik telah menghubungkan akun mereka dengan program affiliate dalam setahun terakhir.

Mereka bukan sekadar orang yang mendaftar lalu tidak dapat apa-apa. Para kreator ini memperoleh komisi lebih dari USD 24 juta atau sekitar Rp 428 triliun dari postingan mereka hanya dalam bulan lalu saja.

"Sekali lagi, angka ini bukan akumulasi selama setahun. Ini hanya dalam satu bulan terakhir saja. Ini adalah orang-orang yang membangun karier nyata dengan merekomendasikan produk yang benar-benar mereka sukai. Selain itu, kami juga sedang menguji coba fitur iklan untuk semakin mempermudah kerja sama antara merek dan kreator," tegas Joe.



(ask/fay)








Hide Ads