NASA Bagikan Foto Langka Mars, Netizen Sebut Itu Jejak Alien

NASA Bagikan Foto Langka Mars, Netizen Sebut Itu Jejak Alien

ADVERTISEMENT

NASA Bagikan Foto Langka Mars, Netizen Sebut Itu Jejak Alien

Rachmatunnisa - detikInet
Minggu, 17 Apr 2022 03:00 WIB
Mars
Foto: UAHiRISE/NASA
Jakarta -

NASA pada Maret lalu merilis foto-foto close up Mars yang belum pernah dilihat orang sebelumnya. Kumpulan foto ini menimbulkan decak kagum, namun ada beberapa netizen yang menyebutnya itu jejak alien.

Seperti dikutip dari Mint, dalam sebuah postingan di media sosial, Badan Antariksa Amerika Serikat (AS) itu memperlihatkan salah satu foto yang menampilkan kawah di Mars.

"Kawah yang lebih besar yang berada di dalam kawah ini, yang disebut Airy Crater, awalnya menetapkan garis bujur nol untuk Mars," tulis NASA.

Postingan tersebut menerima lebih dari 450 ribu like. Beberapa pengguna juga mengomentari postingan NASA tersebut. Seorang netizen menulis, "Sepertinya jejak kaki alien di Mars". Sementara netizen lainnya mengatakan, "Semua ciptaan Tuhan mencakup keindahan dan alam semesta tidak terkecuali".

[Gambas:Instagram]



Ungkap masa lalu Mars

Gambar terbaru yang dirilis dari satelit Mars mengungkap sekilas masa lalu planet tersebut yang kompleks hingga kini menjadi gersang dan berdebu.

Dari ketinggian di atas permukaan Mars, High Resolution Imaging Experiment (HiRISE) yang mengorbit berada di Kawah Danielson, tepat di utara ekuator Mars. Wilayah ini sangat menarik bagi ahli geologi luar angkasa karena lapisan sedimen yang melapisi kawah.

Deposit berlapis dapat ditemukan di seluruh Mars, tetapi Kawah Danielson mengandung beberapa yang paling spektakuler dan paling terpelihara. Yang lebih menarik lagi, wilayah ini tampak memiliki jarak yang sama dengan tingkat erosi yang berbeda: lapisan yang lebih kuat membentuk anak tangga, dengan lapisan material yang lebih lunak di dalamnya.

Dikutip dari Science Alert, tingkat kerataan lapisan ini berarti mereka tidak dapat dibuat oleh proses acak, seperti peristiwa dampak. Sebaliknya, para ilmuwan berpikir bahwa proses yang teratur dan berulang-ulang menyimpan lapisan-lapisan itu.

"Batu itu terbentuk jutaan atau miliaran tahun yang lalu ketika sedimen lepas mengendap di kawah, satu lapis pada satu waktu, dan kemudian disemen di tempatnya," tulis NASA lewat postingan blognya.

"Variasi siklus dalam sifat sedimen membuat beberapa lapisan lebih tahan terhadap erosi daripada yang lain. Setelah ribuan tahun, lapisan yang lebih keras ini menonjol keluar seperti anak tangga. Di seberang anak tangga ini, angin menyebarkan pasir (biasanya tampak lebih gelap dan kurang merah, yaitu 'lebih biru' dalam warna yang ditingkatkan kontras), sehingga memunculkan pola seperti garis zebra," sambung NASA.

Pada skala kecil, terdapat daerah batuan yang besar yang mengalami rekahan berat. Para ilmuwan telah mempelajari rekahan ini dan menentukan bahwa karena potongan-potongan itu menyatu dengan sempurna, ini terjadi setelah endapan telah berubah menjadi batu. Tidak jelas bagaimana tepatnya endapan itu terbentuk, tetapi endapan itu bisa dibuat dalam rentang waktu tahunan, atau bahkan lebih lama.

Beberapa ilmuwan telah memperkirakan bahwa proses periodik bisa menjadi hasil dari perubahan iklim yang terkait dengan variasi orbit Mars. Studi lain menunjukkan bahwa upwelling air tanah mungkin bertanggung jawab akan terbentuknya hal ini.

Ada begitu banyak batu Mars menakjubkan yang ingin dilihat langsung oleh para ahli geologi planet. Sementara itu, pengorbit dengan kamera luar biasa, seperti HiRISE, membantu mengungkap sejarah menarik Mars.



Simak Video "AS dan Eropa Akan Bangun Depot Tabung Sampel di Mars"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT