Hiii! Cacing Lompat Mirip Ular Serbu Amerika

Hiii! Cacing Lompat Mirip Ular Serbu Amerika

ADVERTISEMENT

Hiii! Cacing Lompat Mirip Ular Serbu Amerika

Rachmatunnisa - detikInet
Rabu, 06 Apr 2022 22:37 WIB
cacing invasif
Foto: University of Cornell
Jakarta -

Cacing adalah makhluk yang menarik. Beberapa cacing bahkan dapat menumbuhkan kembali otaknya jika diperlukan. Tapi, cacing lompat yang invasif seperti yang bermunculan di sejumlah wilayah Amerika Serikat (AS) bisa menciptakan masalah lingkungan.

Cacing tersebut berasal dari Asia timur, dan sejauh ini mereka telah menyebar di 15 negara bagian AS, demikian menurut laporan dari Smithsonian Magazine.

Dikutip dari BGR, Rabu (6/4/2022) cacing ini menjadi pemberitaan besar karena sungguh merepotkan. Makhluk invasif tersebut tumbuh sangat cepat dan memakan berbagai bahan organik dengan sangat cepat. Saking cepatnya, University of Cornell mengatakan bahwa mereka mampu melucuti hutan dari lapisan-lapisan kritis yang dibutuhkan bibit dan bunga liar untuk tumbuh.

Salah satu poin yang paling mengkhawatirkan dari cacing ini adalah bahwa hanya dibutuhkan satu cacing untuk memulai invasi. Itu karena cacing mampu berkembang biak tanpa pasangan. Kemampuan untuk menyerang daerah tanpa kelompok besar inilah yang membuat cacing lompat ini begitu menakutkan bagi lingkungan setempat.

Mereka biasanya ditemukan di hutan, taman, atau tumpukan kompos, tetapi juga dapat ditemukan di halaman belakang. University of Cornell mengatakan bahwa cacing bisa tumbuh hingga 16 cm panjangnya sehingga mirip ular, dan mereka tumbuh sangat cepat.

Selain itu, mereka bisa menyebabkan banyak kerusakan pada tanaman asli di daerah tersebut. Hal ini kemudian dapat menyebabkan penurunan jumlah hewan seperti burung yang pada akhirnya akan terusir dan meninggalkan daerah itu.

Tak sampai di situ, cacing-cacing ini dapat membantu menyebarkan spesies tanaman invasif dengan menciptakan gangguan di tanah. Gangguan ini membuat spesies non-invasif tanaman dan jamur tidak mungkin tumbuh.

Salah satu perhatian utama tentang penyebaran cacing lompat invasif adalah bahwa mereka mampu bersaing dengan populasi cacing lainnya. Kepompong mereka juga sangat sulit dilihat. Hal ini memudahkan mereka untuk menyembunyikannya di peralatan pekarangan, tanaman pot, tapak ban, atau bahkan sepatu. Cornell mengatakan jika tanah tampak kasar dan mirip dengan bubuk kopi, maka mungkin terjadi serangan cacing.

Sayangnya tidak ada cara yang efektif untuk mencegah penyebaran cacing ini. Karena itu, Cornell merekomendasikan untuk tidak menggunakannya sebagai umpan memancing atau berkebun.

Sebaliknya, pihak universitas merekomendasikan untuk menghancurkan populasi kecil cacing lompat invasif jika menemukannya. Adapun cara menghancurkannya adalah dengan memasukkannya ke dalam kantong dan membiarkannya di bawah sinar Matahari selama 10 menit atau lebih hingga cacing mati. Setelah itu, pastikan untuk membuang kantong ke tempat sampah.

Cacing ini dikenali dari ciri-cirinya, yaitu lebih panjang dari cacing tanah biasa dan memiliki garis putih melingkari tubuhnya. Mereka juga cenderung meronta-ronta dan menghentak setiap kali tubuhnya disentuh. Itu sebabnya mereka dikenal sebagai cacing lompat.

[Gambas:Youtube]

(rns/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT