Bukit Pawang Hujan yang Ajaib di Afrika Selatan

ADVERTISEMENT

Bukit Pawang Hujan yang Ajaib di Afrika Selatan

Rachmatunnisa - detikInet
Senin, 21 Mar 2022 16:52 WIB
Tradisi pawang hujan
Bukit pawang hujan di Afrika Selatan (Foto: NBC News)
Jakarta -

Pawang hujan di MotoGP Mandalika menuai kontroversi. Bagaimanapun, pawang hujan merupakan bagian dari keunikan budaya Indonesia. Ternyata, di beberapa negara lain juga ada loh ritual atau tradisi yang mirip pawang hujan.

Tradisi mereka pun tak kalah unik dari pawang hujan ala Indonesia. Ada bukit alami dengan kemampuan yang unik sampai kebiasaan meluncurkan roket tradisional. Dihimpun detikINET dari berbagai sumber, Senin (21/3/2022) berikut adalah temuan para arkeolog dan tim ilmuwan di beberapa negara terkait dengan pawang hujan:

Bukit pengendali hujan di Afrika Selatan

Sebuah bukit yang diklaim sebagai 'situs pengendalian hujan', menjadi tempat para dukun meminta para dewa untuk membuka langit. Bukit di Afrika Selatan ini sudah ada sejak berabad-abad lalu.

Terletak di dekat Botswana dan Zimbabwe, situs bernama Ratho Kroonkop (RKK) berada di atas bukit setinggi 300 meter, dan berisi dua tangki batu yang terbentuk secara alami. Hasil penelitian terhadap Ratho Kroonkop sudah dipublikasikan di Jurnal Azania tahun 2013 silam.

Tangki-tangki ini adalah cekungan pada batu yang terbentuk ketika air jatuh di permukaan batu pasir yang mendasarinya. Ketika para ilmuwan menggali salah satunya, mereka menemukan lebih dari 30.000 spesimen hewan, termasuk sisa-sisa badak, zebra, dan bahkan jerapah ada di sana.

"Apa yang membuat RKK istimewa adalah bahwa setiap bagian dari materi fauna yang ditemukan di RKK dalam beberapa cara dapat dikaitkan dengan pengendalian hujan," kata peneliti Simone Brunton, kandidat doktoral di Universitas Cape Town, dikutip dari LiveScience.

Dukun atau pemimpin agama, akan naik ke puncak RKK melalui terowongan alam (celah) di batu. Ketika mereka mencapai puncak bukit, mereka akan menyalakan api untuk membakar sisa-sisa hewan sebagai bagian dari ritual hujan mereka.

Orang-orang yang melakukan ritual ini berasal dari San, sebuah kelompok pribumi di Afrika bagian selatan yang hidup sebagai pemburu-pengumpul.

"Mereka adalah pengendali hujan San yang dipekerjakan oleh para petani untuk mengendalikan hujan," jelas Brunton.

Para petani bergantung pada kepala mereka untuk memastikan pengaturan hujan ini berjalan lancar untuk mendukung kegiatan mereka bertani. Bukit pawang hujan ini disucikan oleh masyarakat lokal, karena hanya para dukun yang boleh pergi ke sana.

Tradisi pawang hujanFestival roket bambu. Foto: Wikipedia

Festival roket bambu di Thailand dan Laos

Bukan cuma bukit unik di Afrika Selatan, kebiasaan lain terkait dengan pawang hujan adalah membuat roket bambu di Asia Tenggara. Masyarakat Thailand dan Laos punya tradisi menggelar festival roket menjelang datangnya musim hujan. Sesuai dengan namanya, puncak perayaan ini adalah meluncurkan roket besar yang terbuat dari bambu.

Ritual ini dipercaya bisa mendatangkan hujan. Konon, roket yang diluncurkan ke langit ini menjadi alat untuk membujuk Dewa Hujan, Phaya Taen, agar menurunkan hujan tepat waktu.



Simak Video "Bebas Jalan-jalan di Lintasan, Siapa yang Kasih Izin Pawang Hujan MotoGP?"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT