Inovasi Minyak Goreng: Dibuat dari Kelapa dan Ragi Tempe

Inovasi Minyak Goreng: Dibuat dari Kelapa dan Ragi Tempe

Rachmatunnisa - detikInet
Sabtu, 12 Feb 2022 07:00 WIB
minyak goreng
Foto: Getty Images/iStockphoto/PhanuwatNandee
Jakarta -

Awal tahun ini, terjadi lonjakan harga minyak goreng di pasaran dan memicu kelangkaan minyak goreng di sejumlah wilayah. Para peneliti berupaya menciptakan inovasi minyak goreng untuk mengantisipasi hal serupa agar tak terulang.

Minyak goreng yang umum dipakai di Indonesia untuk proses memasak adalah minyak kelapa sawit. Namun ada minyak nabati lain yang bisa dipakai, seperti minyak kelapa.

Kelapa yang merupakan buah tropis, banyak tumbuh di kepulauan Indonesia. Minyak kelapa sawit dan minyak kelapa walau pun satu family, tetapi memiliki species (jenis) berbeda. Minyak dari kelapa mengandung protein rantai pendek dan sedang, sedangkan minyak dari kelapa sawit mengandung protein rantai panjang.

Plt. Deputi Fasilitasi Riset dan Inovasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Agus Haryono mengatakan, di BRIN ada banyak kegiatan penelitian terkait alternatif minyak kelapa.

"Minyak kelapa sejak zaman dahulu digunakan sebagai sumber utama minyak goreng. Proses pembuatannya juga lebih mudah, di BRIN kita membuat virgin coconut oil (VCO) dengan menambahkan ragi tempe, sehingga terjadi fermentasi secara alami. Selain VCO, proses tersebut juga menghasilkan minyak goreng," ungkap Agus Haryono, dikutip dari website BRIN.

Proses Pembuatan Minyak

Peneliti Pusat Riset Kimia BRIN Teuku Beuna Bardant menerapkan proses pembuatan minyak kelapa dengan bantuan ragi tempe di Puspiptek, Kamis (3/2).

Beuna mengatakan untuk membuat minyak kelapa dengan menggunakan bantuan ragi tempe. Prinsipnya adalah proses pembuatan minyak dengan cara basah, yaitu melalui proses santan terlebih dahulu. Daging buah kelapa diparut, diolah menjadi santan, dan ditambahkan ragi tempe.

Prinsipnya, di dalam santan terdapat minyak dengan air. Keduanya yang merupakan dua bahan yang tidak bisa bercampur. Uniknya, minyak dan air bisa bercampur dalam santan kelapa. Hal itu karena adanya protein kelapa di dalamnya. Dengan demikian, ia menjelaskan, apabila protein kelapa dirusak, maka minyak dan air dalam santan akan terpisah dengan sendirinya.

"Penambahan ragi tempe pada santan akan membuat protein kelapa dimakan oleh ragi. Saat jumlah proteinnya berkurang, fungsinya untuk menjaga kestabilan campuran minyak dan air menurun, maka tidak ada lagi yang memegang molekul minyak dan air. Sehingga keduanya akan terpisah dengan sendirinya," jelasnya.

"Selanjutnya, minyak tetap perlu dipanaskan pada suhu 700C untuk membunuh ragi dan sporanya yang ikut terbawa dalam minyak. Pemanasan diulang dua sampai tiga kali yang biasa disebut dalam proses pasteurisasi. Itu yang kami lakukan selama proses fermentasi dengan ragi tempe," tambahnya.

Baik untuk Tubuh

Metode ini menghasilkan minyak goreng dan VCO yang baik untuk kesehatan manusia, membantu tubuh dalam meningkatkan metabolisme, dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Minyak kelapa sebagai minyak goreng maupun sebagai VCO, bermanfaat untuk kesehatan. Minyak goreng dari minyak kelapa memiliki rantai lebih pendek daripada rantai minyak kelapa sawit, sehingga lebih mudah dicerna, cenderung untuk digunakan daripada disimpan di bawah jaringan kulit manusia.

"Untuk kesehatan manusia, itu lebih baik yang rantai pendek dan rantai sedang. Karena lebih mudah dicerna, jadi kalau masuk ke dalam tubuh, cenderung untuk menggunakan daripada menyimpan," ungkap Beuna.

Beuna juga menyebutkan, dengan mengkonsumsi minyak kelapa, dampaknya terhadap tubuh tidak membuat lebih cepat gemuk, dibandingkan dengan mengkonsumsi minyak sawit.

Dirinya berharap pangan dapat menggunakan minyak kelapa, sedangkan untuk bahan baku energi dapat menggunakan minyak kelapa sawit. "Jadi masyarakat tidak terlalu bergantung dengan minyak sawit, sehingga minyak kelapa juga bisa digunakan sebagai minyak goreng," sebutnya.

Selanjutnya: Perjalanan Riset Minyak Kelapa dan Ragi Tempe