Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Ilmuwan Prediksi Super El Nino Pecahkan Rekor, Terbesar dalam 150 Tahun

Ilmuwan Prediksi Super El Nino Pecahkan Rekor, Terbesar dalam 150 Tahun


Rachmatunnisa - detikInet

Ilustrasi El Nino dan Musim Kemarau
Foto: jcomp/Freepik
Jakarta -

El Nino yang sedang berkembang di Samudra Pasifik diprediksi menjadi yang terbesar dalam sedikitnya 150 tahun. Jika prakiraan itu terbukti, fenomena iklim tersebut diperkirakan akan mendorong suhu global pada 2027 mencapai rekor tertinggi baru sekaligus memicu cuaca ekstrem di berbagai belahan dunia.

El Nino merupakan fenomena pemanasan suhu permukaan laut di wilayah tengah dan timur Samudra Pasifik tropis. Perubahan ini memengaruhi pola sirkulasi atmosfer sehingga berdampak pada cuaca di berbagai kawasan dunia.

Di sebagian wilayah, El Nino dapat memicu musim kering yang lebih panjang dan suhu yang lebih tinggi. Sebaliknya, daerah lain justru berpotensi mengalami curah hujan berlebih dan banjir akibat perubahan pola hujan global. Karena itu, para ilmuwan meminta pemerintah dan masyarakat mulai mengantisipasi dampak yang mungkin muncul apabila prediksi Super El Nino kali ini benar-benar terwujud.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Menurut proyeksi dari serangkaian model iklim, puncak El NiΓ±o kali ini diperkirakan akan melampaui pemegang rekor sebelumnya dengan 'selisih yang benar-benar mencengangkan'," kata Zeke Hausfather, seorang ilmuwan iklim di Berkeley Earth, sebuah organisasi penelitian nirlaba di California, Amerika Serikat yang menyelenggarakan pengarahan tersebut, dikutip dari Nature.

Para peneliti menyebut, El Nino kali ini berpotensi melampaui peristiwa besar pada 1997-1998 yang selama ini menjadi acuan sebagai salah satu El Nino terkuat dalam sejarah pencatatan modern.

ADVERTISEMENT

Untuk diketahui, El Nino 1997-1998 dikenal sebagai salah satu yang paling dahsyat dalam sejarah. Saat itu berbagai negara mengalami kekeringan parah, gagal panen, kebakaran hutan, hingga gangguan ekosistem laut.

Pemanasan besar di Samudra Pasifik akibat El Nino akan melepaskan panas dalam jumlah besar ke atmosfer. Dampaknya akan diperkuat oleh pemanasan global akibat emisi gas rumah kaca yang terus meningkat.

"Kombinasi panas dari El Nino dan perubahan iklim yang disebabkan manusia kemungkinan besar akan menjadikan tahun depan sebagai tahun terpanas yang pernah tercatat," tulis Nature mengutip paparan para peneliti.

Fenomena ini diperkirakan tidak hanya meningkatkan suhu rata-rata Bumi, tetapi juga memperbesar peluang terjadinya gelombang panas, kekeringan, kebakaran hutan, hingga hujan ekstrem di berbagai wilayah dunia.

Meski demikian, para peneliti mengingatkan bahwa prakiraan masih memiliki ketidakpastian. Kekuatan akhir El Nino baru dapat dipastikan setelah kondisi atmosfer dan lautan terus dipantau dalam beberapa bulan ke depan.



(rns/rns)






Hide Ads